Hari Kebangkitan Nasional Jadi Momentum Perkuat Karakter Generasi Muda
- 19 Mei 2026 23:41 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) dimaknai sebagai pengingat pentingnya menjaga kualitas generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi. Penguatan karakter, budaya, serta literasi dinilai menjadi fondasi utama dalam menjaga kedaulatan bangsa di masa depan.
Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali memaknai tema Hari Kebangkitan Nasional “Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara” sebagai panggilan strategis untuk memperkuat karakter generasi muda di tengah era digital. Penguatan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan bangsa di masa depan.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Drs. I Made Arbawa, mengatakan tantangan global saat ini tidak hanya dihadapi melalui kekuatan fisik, tetapi juga kualitas karakter, budaya, dan ketahanan mental generasi muda.
“Tema Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara pada momentum Hari Kebangkitan Nasional ini bukan sekadar slogan upacara, melainkan sebuah panggilan strategis,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat pendidikan karakter berbasis kearifan lokal melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan nilai Tri Hita Karana. Langkah tersebut dilakukan untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki identitas budaya yang kuat.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali juga menghadirkan berbagai program inovatif, salah satunya pengembangan Keyboard Aksara Bali sebagai upaya pelestarian bahasa dan sastra Bali di kalangan generasi muda. Program tersebut menjadi bagian dari penguatan budaya lokal di tengah perkembangan teknologi digital.
I Made Arbawa menjelaskan, tantangan terbesar dunia pendidikan saat ini adalah krisis karakter akibat masifnya arus informasi digital. Selain itu, rendahnya literasi, penyebaran hoaks, hingga kesehatan mental dan fisik generasi muda juga menjadi perhatian serius.
“Dengan globalisasi seperti ini memang susah sekali kita membendung. Tantangan terbesar kita terhadap generasi muda adalah krisis karakter dan budaya akibat informasi digital yang begitu masif,” jelasnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Disdikpora Provinsi Bali memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, media, hingga lintas sektor melalui program budaya sekolah aman dan nyaman. Pembentukan kelompok kerja budaya sekolah aman juga tengah disiapkan untuk mendukung lingkungan pendidikan yang sehat bagi pelajar.
“Kebangkitan Nasional bukan sekadar lembaran sejarah. Ia adalah tugas harian kita menjaga satu anak bangsa agar tetap bersekolah, sehat, dan berkarakter mulia,” katanya.
Arbawa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan membimbing generasi muda agar tumbuh berkembang sebagai penerus bangsa yang mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....