Rupiah Melemah, Kunjungan Wisatawan Australia ke Bali Diproyeksi Meningkat

  • 18 Mei 2026 14:38 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Pelemahan nilai tukar Rupiah diproyeksi akan memicu lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata. Pasalnya kenaikan kurs Dollar dikisaran Rp 17 ribu itu dinilai justru mengakibatkan biaya liburan di Bali menjadi lebih murah dan kompetitif bagi wisatawan mancanegara.

Hal itu dikatakan Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali I Wayan Puspanegara saat dikonfirmasi RRI.CO.ID di Denpasar, Senin 18 Mei 2026. Ia menjelaskan, pelemahan nilai tukar rupiah secara teori memang meningkatkan daya beli turis asing, namun lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara khususnya Australia ke Bali justru lebih didorong akibat pembukaan rute penerbangan baru yang masif dari berbagai kota di Australia, stabilnya keamanan dan kenyamanan destinasi. Apalagi periode musim liburan Juni, Juli Agustus ini yang diproyeksi akan terjadi lonjakan kunjungan wisatawan Australia ke Pulau Dewata yang secara konsisten sebagai penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak ke Bali, dengan angka mencapai lebih dari 1,5 juta kunjungan per tahun.

“Pelemahan nilai tukar rupiah meningkatkan daya beli wisatawan mancanegara. Naiknya kurs Dollar dikisaran Rp 17 ribu itu justru meningkatkan kunjungan wisatawan Australia ke Bali yang turut didukung rute penerbangan baru. Wisatawan justru lebih royal membelajankan uangnya,” ujar Puspanegara.

Puspanegara menekankan, meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegera tidak serta merta bergantung pada nilai tukar mata uang, melainkan juga pada faktor keamanan, kenyamanan, serta ketersediaan penerbangan langsung dari negara asal. Anggota DPRD Kabupaten Badung itu menyebut, geopolitik global juga berdampak signifikan terhadap menurunnya kunjungan wisatawan Eropa maupun Timur Tengah ke Bali.

“Kunjungan wisatawan ke Bali didominasi wisatawan Australia yang diproyeksi akan terus meningkat seiring musim liburan Juni, Juli dan Agustus ini,” tuturnya.

Kunjungan wisatawan mancanegara khsusnya wisatawan Australia ke Pulau Dewata diproyeksi meningkat yang didukung faktor keamanan, kenyamanan, serta ketersediaan penerbangan langsung dari negara asal turis asing tersebut. Terlebih dengan adanya kenaikan kurs Dollar dikisaran Rp 17 ribu yang mengakibatkan biaya liburan di Bali menjadi lebih kompetitif bagi wisatawan asing yang berpotensi memicu lonjakan kunjungan. Wisatawan Australia menjadi penyumbang wisatawan mancanegara terbanyak ke Bali dengan angka mencapai jutaan kunjungan per tahun dengan penambahaan frekuensi dan rute penerbangan langsung ke Bali yang menjadi pendorong utama arus wisatawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....