Akademisi Soroti Kejelasan Operasional PSEL Bali

  • 16 Mei 2026 15:20 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL dinilai dapat menjadi solusi penanganan sampah di Bali. Namun, akademisi mengingatkan pentingnya kejelasan sistem operasional dan pengelolaan lingkungan dalam penerapannya.

Akademisi Universitas Warmadewa, I Nengah Muliartha menilai efektivitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL dalam mengatasi persoalan sampah bergantung pada teknik operasional yang diterapkan. Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan secara rinci metode pengolahan yang akan digunakan sebelum program dijalankan.

Ia mengatakan metode pengolahan sampah menjadi energi memiliki berbagai cara, mulai dari pembakaran, pemanfaatan gas metana hingga gasifikasi. Kejelasan metode tersebut dinilai penting untuk mengetahui efektivitas serta dampaknya terhadap lingkungan.

“ PSEL yang akan dikembangkan seperti apa, operasional siapa, siapa yang mengelola, dan sampah yang harus diberikan seperti apa. Itu yang dulu harus diperjelas, baru kita bisa melihat efektif dan tidaknya,” ujarnya.

Muliartha menjelaskan penerapan teknologi pengolahan sampah modern memiliki keunggulan dibanding sistem open dumping yang selama ini digunakan. Menurutnya, metode konvensional hanya menimbun sampah tanpa pengolahan sehingga menghasilkan gas metana yang berbahaya bagi lingkungan.

Ia menyebut gas metana memiliki dampak kerusakan lebih besar dibanding karbon dioksida dan dapat memicu pemanasan global. Karena itu, perubahan metode pengelolaan sampah dinilai perlu dikawal agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

“ Ketika menimbun, tidak ada kegiatan apapun. Hanya dibiarkan saja begitu, kemudian dari timbunan itu muncul gas metana yang berkontribusi terhadap pemanasan global,” katanya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap limbah hasil pengolahan PSEL, terutama jika menggunakan metode pembakaran. Asap dan residu hasil penyaringan disebut harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Muliartha menambahkan keberhasilan pengelolaan sampah juga sangat bergantung pada peran masyarakat dalam melakukan pemilahan sejak dari rumah tangga. Menurutnya, pemilahan menjadi kunci utama dalam mendukung sistem pengolahan sampah yang efektif.

Ia berharap penanganan sampah di Bali dilakukan melalui kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, masyarakat, NGO hingga media. Dengan kolaborasi tersebut, upaya pengentasan persoalan sampah di Bali diharapkan dapat berjalan lebih optimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....