Pangan Lokal dan Pertanian Organik Dinilai Jadi Kunci Masa Depan Bali
- 15 Mei 2026 07:43 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Keberadaan pangan lokal dan penguatan sistem pertanian organik dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus kelestarian lingkungan di Bali. Namun di tengah perkembangan industri pariwisata dan modernisasi pangan, keberadaan pangan lokal kini mulai semakin terpinggirkan.
Guru Besar Universitas Udayana Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S., kepada RRI mengatakan pangan lokal seperti padi dan ketela sebenarnya lebih mudah dibudidayakan secara organik karena secara genetis telah sesuai dengan kondisi alam Bali. Menurutnya, keberadaan pangan lokal kini semakin jarang ditemui karena belum banyak digunakan oleh restoran maupun pelaku usaha kuliner.
“Pangan lokal lebih mudah dibudidayakan secara organik karena secara genetis sesuai dengan kondisi lokal. Namun kini mulai tergeser dan semakin jarang muncul di masyarakat,” ujarnya.
Prof Kartini juga menyoroti implementasi Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik yang dinilai belum berjalan maksimal. Selain persoalan kemandirian benih lokal yang semakin terbatas, Ia menilai sampah organik di Bali justru dapat menjadi solusi untuk mendukung pertanian organik.
“Kalau pangan lokal terus hilang, maka kedaulatan dan keamanan pangan akan sulit dicapai. Bali juga akan kesulitan mewujudkan pulau organik karena kemandirian benih lokal saat ini masih sangat terbatas,” ujarnya.
Menurutnya, konsep Bali sebagai pulau organik penting diwujudkan karena Bali merupakan pulau kecil dengan sumber daya air yang harus dijaga. Penggunaan pupuk dan pestisida sintetis secara berlebihan dikhawatirkan dapat mencemari sumber air dan merusak lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....