Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekraf di Bali, Tiga Menteri Hadir Langsung di Udayana
- 14 Mei 2026 11:11 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID Badung - Universitas Udayana menjadi tuan rumah penyelenggaraan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Bursa Wirausaha Unggulan Bali 2026 yang digelar oleh Kementerian UMKM Republik Indonesia pada Rabu 14 Mei 2026. Acara nasional yang berlangsung di Auditorium Widya Sabha Universitas Udayana ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian, perguruan tinggi, lembaga pembiayaan, dan dunia usaha dalam rangka mendorong pertumbuhan UMKM berbasis inovasi, ekonomi kreatif, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Muhaimin Iskandar, Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman, Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya, Wakil Menteri Hukum RI, Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, serta Rektor Universitas Udayana Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D.
Puncak acara ditandai dengan penandatanganan akad massal KUR bagi 1.000 pelaku UMKM sektor ekonomi kreatif yang merupakan sebuah capaian yang disebut Menko Muhaimin Iskandar sebagai bukti nyata keseriusan pemerintah dalam membangun ekosistem usaha rakyat yang kuat.
"Hari ini acaranya sangat membanggakan dan penuh rasa syukur. Terjadi akad KUR seribu UMKM. Ini bukti bahwa Menteri UMKM dan Menteri Ekraf terus bekerja bersama." ujar Cak Imin
Cak Imin juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, perbankan, dan lembaga keuangan agar pembiayaan yang dikucurkan tepat sasaran dan benar-benar mampu menggerakkan pertumbuhan usaha rakyat yang berbasis inovasi dan riset. Dalam konteks ini, Universitas Udayana dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan riset dan inovasi untuk penguatan UMKM.
Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa institusi pendidikan tinggi tak cukup hanya menghasilkan penelitian, tetapi harus memastikan hasil inovasi tersebut memberi dampak nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.
"Universitas tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga harus mampu memastikan hasil inovasi tersebut terlindungi, terhilirisasi, dan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu Universitas Udayana terus memperkuat pengembangan Sentra HKI dan inkubator bisnis berbasis inovasi." ujar Prof. Sudarsana
Senada dengan itu, Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman menyoroti pentingnya HKI bukan semata sebagai instrumen perlindungan hukum, tetapi sebagai aset ekonomi yang dapat mendongkrak daya saing usaha di pasar yang semakin kompetitif.
"UMKM harus naik kelas melalui inovasi dan perlindungan kekayaan intelektual. HKI bukan hanya perlindungan hukum, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat memperkuat daya saing usaha." ujar Maman Abdurrahman
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian UMKM memperkenalkan sistem layanan terpadu bernama "SAPA UMKM" yang merupakan platform digital terintegrasi yang dirancang untuk memudahkan pelaku usaha mengakses pembiayaan, pemasaran, pelatihan, dan peningkatan mutu usaha dalam satu ekosistem digital.
Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya menyebut penyaluran KUR kepada pelaku ekraf sebagai wujud konkret kolaborasi lintas kementerian yang selama ini terus dibangun.
"Sinergi antara perguruan tinggi, komunitas kreatif, pemerintah, dan industri sangat penting untuk melahirkan inovasi yang mampu bersaing di tingkat global." ujar Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif RI
Rangkaian kegiatan juga meliputi penyerahan sertifikat HKI kepada UMKM sektor ekonomi kreatif, penandatanganan akad kemitraan UMKM dengan usaha besar, serta pameran inkubator dan wirausaha unggulan yang melibatkan berbagai perguruan tinggi dan lembaga inkubator di Bali.
Universitas Udayana turut menampilkan sejumlah paten inovatif yang telah dihasilkan para inventor kampus, antara lain sistem monitor risiko neuropati optik glaukoma berbasis model biometri, proses pembuatan granul ekstrak daun ubi ungu, alat pemantauan kekuatan otot berbasis elektromiografi permukaan, formulasi biofungisida, hingga desain mesin listrik arus searah konfigurasi baru. Capaian ini mencerminkan semakin kokohnya budaya riset terapan dan inovasi di lingkungan perguruan tinggi yang berorientasi pada hilirisasi dan penguatan ekonomi berbasis teknologi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....