Bali Aman dari Virus Hanta, Survailans Tetap Jalan
- 11 Mei 2026 11:43 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Temuan 23 kasus hantavirus di 9 provinsi di Indonesia pada kurun waktu 2024 – 2026 meningkatkan kewaspadaan Pemerintah Provinsi Bali terkait penyakit zoonosis dengan perantara hewan pengerat. Kendati hingga kini Pulau Dewata nihil kasus hantavirus, survailans dipastikan tetap jalan dan masuk sistem kewaspadaan.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, M.Kes kepada RRI di Denpasar, Senin 11 Mei 2026 mengatakan, hingga kini Bali masih aman dari penyakit zoonosis hantavirus. Ia menjelaskan, penyakit ini ditularkan dari hewan yang terinfeksi hantavirus ke manusia dan belum ditemukan kasus yang penularannya dari manusia ke manusia.
| Baca juga: BKKBN Bali Perkuat Sinergi Dunia Pendidikan |
dr. Raka Susanti mengatakan, untuk mencegah penularan virus ini, Dinas Kesehatan meningkatkan survailans karena penyakit ini menjadi isu kesehatan global dengan temuan 23 kasus hantavirus di Indonesia. Ia menekankan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dengan memastikan lingkungan tidak kotor dan tidak lembab menjadi salah satu langkah pencegahan dari penyakit yang ditularkan hewan pengerat salah satunya tikus.
“KKita belum menemukan kasus hantavirus ini di Bali. Virus hanta ini sudah ditemukan sejak lama ya dan ini yang menjadi edukasi kepada masyarakat, karena ini bersifat zoonosis dan penyebarnya adalah hewan pengerat salah satunya tkus,” ujar dr. Raka Susanti.
Sementara, Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia Cabang Provinsi Bali Dr. dr. I Wayan Gede Artawan Eka Putra, M.Epid mengatakan, survailans menjadi hal wajib untuk mencegah penyebaran hantavirus. Ia menjelaskan, survailans menjadi intelijen kesehatan yang bisa mendeteksi virus maupun penyakit dengan cepat. dr. Artawan Eka Putra mengatakan, hantavirus ditandai dengan demam, gangguan saluran nafas seperti batuk, nyeri otot, sakit kepala, lelah, mual dan muntah. Gejala tersebut akan muncul 2-3 minggu setelah terinfeksi.
“Penerapan sistem survailans menjadi hal wajib dan sistem kewaspadaan dini penyakit berpotensi wabah itu harus dilakukan. Dengan adanya temuan kasus menunjukkan system survailans kita bekerja. Tidak perlu takut namun harus tetap waspada dan melakukan upaya pencegahan dengan perilaku hidup bersih dan sehat,” tutur dr. Artawan Eka Putra.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan (surveilans) terhadap potensi penyebaran hantavirus di Bali. Meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus positif hantavirus di Pulau Dewata. Langkah ini menjadi respons cepat atas temuan 23 kasus hantavirus di 9 provinsi di Indonesia. Dari sisi epidemiologi, hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang penularannya bukan dari manusis ke manusia. Namun tetap harus diwaspadai dengan fokus pada menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan alat pelindung diri di daerah berisiko dan survailans menjadi intelijen kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....