Akses Informasi Pendidikan Inklusif bagi Disabilitas Dinilai Masih Terbatas

  • 10 Mei 2026 15:28 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Sosialisasi Unit Layanan Disabilitas atau ULD di bidang pendidikan dinilai belum optimal. Meski keberadaannya telah diatur dalam regulasi, implementasi di lapangan masih terbatas pada penanganan kasus, belum pada penyebaran informasi secara luas kepada penyandang disabilitas.

Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Bali, Ni Ketut Leni Astiti menilai, kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya informasi yang diterima penyandang disabilitas dalam memilih perguruan tinggi. Menurutnya, hal ini membuat sebagian penyandang disabilitas belum mendapatkan gambaran jelas terkait kampus yang sudah menerima mahasiswa dengan kebutuhan khusus.

“ULD pendidikan yang kita lihat sekarang masih lebih banyak menangani kasus saja, belum sampai ke sosialisasi ke teman-teman disabilitas tentang apa itu ULD dan fungsinya. Akibatnya banyak yang masih bingung mau kuliah di mana, apakah kampus tersebut sudah menerima mahasiswa disabilitas atau belum,” ujar Ni Ketut Leni Astiti.

Leni menambahkan, keterbatasan sosialisasi membuat penyandang disabilitas harus mencari informasi secara mandiri melalui berbagai pihak terkait. Menurutnya, kondisi ini membuat proses memperoleh kepastian akses pendidikan menjadi tidak mudah.

“Informasinya memang masih sulit didapat. Banyak teman-teman disabilitas harus bertanya dulu ke sana kemari, baru kemudian datang ke dinas terkait untuk mendapatkan penjelasan atau arahan,” ujarnya.

Pihaknya berharap sosialisasi layanan pendidikan inklusif dapat diperkuat. Menurutnya, hal tersebut penting agar akses informasi bagi penyandang disabilitas bisa lebih mudah dijangkau dan dipahami secara luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....