Pembangunan Pusat Keuangan Global Diminta Tetap Jaga Identitas Pariwisata Bali
- 09 Mei 2026 14:20 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pengembangan Bali sebagai pusat keuangan internasional diingatkan agar tidak mengabaikan identitas utama Pulau Dewata sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya dan lingkungan. Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali, I Wayan Puspanegara, S.P., M.Si., menilai pembangunan ekonomi baru harus tetap menjaga keseimbangan dengan pelestarian budaya dan ekologi Bali.
Menurutnya, selama ini pertumbuhan ekonomi Bali memang ditopang sektor pariwisata. Namun di sisi lain, sektor pertanian yang kontribusinya kecil terhadap ekonomi justru memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan alam dan lingkungan Bali. “Selama ini backbone pertumbuhan ekonomi Bali berasal dari sektor pariwisata. Tetapi sektor pertanian meskipun kontribusinya kecil, kontribusinya terhadap ketahanan alam atau ketahanan ekologi luar biasa,” ujarnya.
Puspanegara menegaskan, pembangunan pusat keuangan internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Serangan harus mampu memberdayakan masyarakat serta memperhatikan aspek sosial, budaya, dan lingkungan. Menurutnya, pengembangan kawasan jangan sampai bersifat eksklusif dan justru menjauhkan masyarakat lokal dari manfaat pembangunan.
“Jangan sampai hadir sebagai kegiatan yang eksklusif dan menutup diri, tetapi harus inklusif serta memberikan dampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Selain itu, Puspanegara meminta pemerintah memperkuat pengawasan, monitoring, evaluasi, dan penegakan hukum agar pengembangan kawasan tetap berjalan sesuai aturan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....