Blok Hunian Rutan Negara Diobok-obok, Narkotika Jadi Sasaran
- 08 Mei 2026 18:06 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana - Upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari peredaran gelap narkotika terus digencarkan. Petugas gabungan melakukan penggeledahan besar-besaran dengan menyisir satu per satu blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Kelas IIB Negara, Jumat 8 Mei 2026.
Operasi ini merupakan bagian dari komitmen Ikrar Bebas Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba). Sebanyak 12 blok hunian tidak luput dari pemeriksaan ketat yang melibatkan personel Rutan Negara, Polres Jembrana, hingga Kodim 1617/Jembrana.
Meski dalam operasi ini petugas tidak menemukan perangkat komunikasi atau ponsel, sejumlah barang terlarang lainnya berhasil disita. Kepala Rutan Kelas IIB Negara, I Gusti Agus Putra Mahendra, mengatakan bahwa timnya mengamankan berbagai benda yang dinilai berisiko.
"Kami menemukan kartu remi, korek gas, pemotong kuku, gunting, alat cukur, hingga sendok dan gelas kaca. Barang-barang ini kami amankan karena berpotensi disalahgunakan menjadi senjata tajam," tegas Mahendra.
Guna memastikan sterilitas rutan dari pengaruh obat-obatan terlarang, petugas juga menggelar tes urine secara acak. Fokus utama pemeriksaan ini menyasar 20 orang WBP yang memiliki riwayat kasus narkotika.
"Jumlah peserta 20 WBP kasus narkotika. Hasil seluruhnya dinyatakan negatif," katanya.
Menyikapi temuan barang-barang berbahaya tersebut, pihak rutan berencana untuk lebih mengintensifkan razia serupa secara berkala, termasuk pengetatan terhadap barang bawaan bagi para pengunjung keluarga WBP Rutan. Hal ini dilakukan demi memutus celah masuknya barang terlarang dan mencegah gangguan keamanan di dalam rutan.
"Kedepannya, penggeledahan rutin akan terus kami tingkatkan. Astungkara, hasil tes urine hari ini negatif, dan kami akan terus menjaga kondisi ini tetap kondusif," pungkasnya.
Hingga saat ini, jumlah WBP Rutan Negara sebanyak 202 orang. Dari jumlah tersebut 113 orang merupakan kasus narkotika, satu diantaranya adalah WNA.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....