Lapas Kerobokan Perkuat Keterampilan Warga Binaan Melalui Asesmen Garmen
- 07 Mei 2026 07:30 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan terus memperkuat pembinaan keterampilan produktif bagi warga binaan sebagai bagian dari transformasi fungsi pemasyarakatan. Upaya tersebut dilakukan melalui asesmen khusus bidang garmen yang digelar jajaran seksi kegiatan kerja di area bimbingan kerja Lapas Kelas IIA Kerobokan, Senin, 4 Mei 2026.
Dalam informasi yang disampaikan Lapas Kerobokan, transformasi fungsi pemasyarakatan kini menitikberatkan pada kesiapan warga binaan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat melalui penguatan keterampilan produktif. Langkah strategis ini juga disebut selaras dengan poin ke-10 dalam 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026, yakni optimalisasi pemasaran produk hasil karya warga binaan melalui sinergi ekonomi.
Lapas Kelas IIA Kerobokan berkomitmen menciptakan tenaga kerja terampil yang siap bersaing di industri kreatif. Kegiatan asesmen ini bertujuan menjaring warga binaan yang memiliki minat dan bakat di bidang garmen untuk dipersiapkan dalam program pelatihan lanjutan.
Melalui proses seleksi yang disebut dilakukan secara objektif, pihak Lapas memetakan kompetensi dasar peserta agar pembinaan yang diberikan tepat sasaran dan mampu menghasilkan produk sandang berkualitas tinggi yang memiliki nilai jual di pasar luas. Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Bali, Decky Nurmansyah, memberikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut.
Ia menekankan bahwa asesmen menjadi fondasi penting dalam penjaminan mutu program pembinaan kemandirian warga binaan. Sementara itu, Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono, menegaskan asesmen tersebut bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bagian dari upaya membangun masa depan warga binaan melalui keterampilan kerja.
“Kami ingin memastikan setiap warga binaan memiliki bekal konkret. Asesmen garmen ini bukan sekadar rutinitas, melainkan pintu bagi mereka untuk merajut kembali harapan dan masa depan yang lebih bermartabat,” ujarnya.
Ia menambahkan, di balik jeruji, keterampilan terus diasah sebagai bukti bahwa kreativitas tidak pernah terbatas oleh ruang dan waktu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....