Lapas Kerobokan Serahkan Premi Kepada Warga Binaan Produktif

  • 07 Mei 2026 07:27 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kerobokan menyerahkan premi kepada warga binaan yang aktif bekerja di berbagai sektor produktif sebagai bentuk penghargaan atas hasil karya dan kontribusi mereka selama menjalani masa pidana.

Dalam informasi yang disampaikan Lapas Kerobokan, pemberian hak atas hasil karya disebut menjadi wujud nyata penghormatan terhadap martabat manusia sekaligus stimulus bagi transformasi karakter warga binaan. Langkah tersebut juga merupakan implementasi strategis dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Tahun 2026, khususnya poin kesepuluh terkait pemasaran produk hasil karya dan pemberdayaan ekonomi di lingkungan pemasyarakatan.

Melalui apresiasi tersebut, warga binaan didorong untuk tidak hanya memiliki keahlian teknis, tetapi juga rasa tanggung jawab yang tinggi sebagai bekal reintegrasi sosial di masa depan.

Kegiatan penyerahan premi kepada warga binaan pekerja dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026 bertempat di area bimbingan kerja Lapas Kelas IIA Kerobokan. Premi diserahkan kepada 15 orang warga binaan yang aktif berkontribusi di berbagai sektor produktif, mulai dari kerajinan koran, sablon, perikanan, ayam petelur, hingga jasa laundry dan pangkas rambut.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kerobokan, Hudi Ismono melalui Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, I Putu Yudi Krisnawan, menyampaikan bahwa premi tersebut merupakan bentuk pengakuan negara terhadap produktivitas warga binaan.

“Premi ini adalah bentuk hak sekaligus bukti bahwa produktivitas kalian diakui secara legal oleh negara,” ujar Kalapas Kerobokan.

Ia menegaskan program tersebut bertujuan memperkuat semangat kemandirian narapidana sekaligus membangun motivasi untuk terus berkarya selama menjalani pembinaan.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Bali, Decky Nurmansyah, menyebut pemberian premi menjadi instrumen penting dalam membangun ekosistem pemasyarakatan yang berkeadilan.

Ia berharap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan hasil kerja warga binaan dapat terus ditingkatkan demi kesejahteraan mereka di masa mendatang.

Lapas Kerobokan juga menilai setiap karya yang dihasilkan warga binaan menjadi simbol harapan baru bagi kehidupan yang lebih bermartabat, sekaligus membuktikan bahwa kreativitas tidak pernah terbatas oleh jeruji besi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....