Wakapolda Bali Buka Penelitian Puslitbang Polri Korupsi MBG

  • 05 Mei 2026 14:17 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Wakapolda Bali I Made Astawa membuka kegiatan penelitian Puslitbang Polri di Gedung Presisi Polda Bali, Senin 4 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kinerja kepolisian dalam pemberantasan korupsi dan dukungan program nasional.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapuslitbang Polri Ruddi Setiawan serta Peneliti Utama BRIN Moch Nurhasim bersama tim peneliti dan pejabat utama Polda Bali. Kehadiran para pihak ini memperkuat kolaborasi riset berbasis kelembagaan.

Dalam sambutannya, Wakapolda Bali menegaskan pentingnya momentum penelitian sebagai sarana evaluasi kinerja institusi. Ia menyebut penelitian ini juga memperkuat langkah pemberantasan tindak pidana korupsi dan dukungan program Makan Bergizi Gratis.

“Penunjukan Polda Bali sebagai lokus penelitian menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas penanganan perkara dan memperkuat peran Polri dalam program strategis nasional,” ujar Astawa. Ia menambahkan evaluasi berbasis riset akan memperkuat efektivitas kebijakan.

Wakapolda Bali menjelaskan, selama periode 2023 hingga 2025 pihaknya telah menangani 95 perkara korupsi dengan berbagai modus. Kasus tersebut meliputi penyalahgunaan anggaran, mark-up pengadaan, hingga praktik suap perizinan.

Selain itu, Polda Bali juga mendukung program Makan Bergizi Gratis melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Saat ini terdapat 17 unit SPPG, dengan 13 unit telah beroperasi dan menjangkau sekitar 36.000 penerima manfaat.

Sementara itu, Kapuslitbang Polri mengapresiasi dukungan Polda Bali terhadap penelitian yang berlangsung 4 hingga 7 Mei 2026. Penelitian difokuskan pada optimalisasi pemberantasan korupsi dari aspek SDM, mindset personel, dan kelembagaan.

“Penelitian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang aplikatif untuk meningkatkan kinerja Polri serta mendukung program MBG menuju Indonesia Emas 2045,” kata Ruddi. Ia menekankan pentingnya sinergi antara riset dan implementasi kebijakan.

Kegiatan juga diisi pertukaran cenderamata sebagai simbol sinergitas antar lembaga. Setelah pembukaan, penelitian dilanjutkan dengan pendalaman materi guna menghasilkan rekomendasi konkret bagi peningkatan kinerja Polri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....