Gerak Serentak Posyandu: 176 Kader Disasar, Denpasar Pacu Transformasi Layanan
- 05 Mei 2026 05:31 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Penguatan layanan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) dipacu di Kota Denpasar. Melalui aksi sosial “Membina dan Berbagi”, Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali menyasar 176 kader di dua kelurahan, Senin 04 Mei 2026, sekaligus mendorong percepatan transformasi Posyandu menuju era baru.
Kegiatan yang dipimpin Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, berlangsung di Kelurahan Pemecutan dan Kelurahan Peguyangan. Kehadiran rombongan provinsi disambut Sekretaris I TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, mewakili Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara.
Ayu Kristi Arya Wibawa menegaskan, Denpasar siap bersinergi penuh dengan program provinsi melalui aksi nyata yang menyentuh langsung masyarakat. “Penguatan Posyandu menjadi bagian penting dalam pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Ia merinci, sebanyak 98 kader dari Kelurahan Pemecutan dan 78 kader dari Kelurahan Peguyangan terlibat dalam kegiatan ini. Keduanya masing-masing memiliki 14 dan 13 kelompok Posyandu yang telah menjalankan layanan 6 SPM serta bertransformasi menuju Posyandu era baru.
Secara keseluruhan, Kota Denpasar kini memiliki 459 kelompok Posyandu yang tersebar di 27 desa dan 16 kelurahan, dengan total 4.011 kader. Seluruhnya telah mengantongi SK dari perbekel maupun lurah dan menjalankan layanan berbasis 6 SPM.
Selain itu, terdapat empat Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan, 27 di tingkat desa, dan 16 di tingkat kelurahan yang terus bersinergi dengan OPD pengarah untuk memperkuat pelayanan masyarakat.
Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa program “Membina dan Berbagi” merupakan agenda berkelanjutan sepanjang tahun. Program ini mencakup pembinaan kader sekaligus penyaluran bantuan sosial berupa beras, telur, dan susu.
Tak hanya itu, kader Posyandu juga didorong terlibat aktif dalam penanganan sampah berbasis sumber melalui gerakan Palemahan Kedas (Padas). “Perubahan perilaku pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga untuk mewujudkan pola hidup bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....