Beban Ganda Ibu Bekerja di tengah Isu Keamanan Daycare

  • 04 Mei 2026 17:55 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Fenomena kritik terhadap ibu bekerja yang menitipkan anak di daycare kembali mencuat menyusul maraknya kasus kekerasan di tempat penitipan anak belakangan ini. Hal ini dinilai kian memperberat beban psikologis perempuan yang selama ini sudah menghadapi triple burden atau tiga beban sekaligus dalam kesehariannya.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Udayana, Ni Made Ras Amanda Gelgel kepada RRI.CO.ID mengatakan, di Bali khususnya, perempuan kerap memikul beban berat karena harus menyeimbangkan urusan keluarga, pekerjaan, serta tanggung jawab adat dan agama. Menurutnya, beban ini terasa sangat menekan karena minimnya dukungan yang setara di lingkungan domestik.

“Kalau di Bali khususnya dia menanggung triple burden ya, kalau bukan lagi kayak hanya double burden, yaitu beban ganda, tapi juga triple burden atau tiga beban. Kalau di Bali itu dia dengan keluarga, dengan kemudian apabila dia bekerja, yang berikutnya dengan adat dan juga dengan adat dan agamanya, seperti itu.” ujar Ni Made Ras Amanda Gelgel.

Amanda menjelaskan, daripada menghakimi pilihan ibu bekerja, masyarakat dan keluarga seharusnya memberikan ruang serta dukungan penuh. Jika seorang ibu mendapat dukungan dan merasa bahagia, hal itu akan berdampak positif pada tumbuh kembang anak serta kesejahteraan keluarga.

“Jadi kalau ibunya bahagia, ibunya berdaya, maka saya yakin anak akan lebih bahagia juga, anak akan lebih terbuka pandangannya dan otomatis kemudian pada saatnya masyarakat akan jauh lebih berdaya.” ujar Ni Made Ras Amanda Gelgel.

Dukungan terhadap ibu bekerja penting diberikan agar perempuan dapat menjalankan perannya dengan lebih baik. Selain pengawasan terhadap keamanan daycare, keterlibatan keluarga dan pasangan juga dinilai penting dalam mendukung pengasuhan anak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....