Heterogenitas Sosial, Budaya dan Ekonomi Kreatif Pilar Ketahanan Ekonomi Bali
- 04 Mei 2026 14:08 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Heterogenitas di Pulau Dewata dari segi sosial, budaya, maupun aktivitas ekonomi merupakan salah satu pilar kekuatan ekonomi yang signifikan, kendati masih didominasi sektor pariwisata. Keberagaman ini membuka peluang Bali untuk menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan pariwisata dan pelestarian budaya, sekaligus mendiversifikasi pendapatan masyarakat yang berasal dari sumber lain.
Akademisi Fakultas Ekonomi Undiknas Denpasar Dr. I Gusti Ngurah Widya Hadi Saputra dikonfirmasi RRI.CO.ID di Denpasar, Senin 4 Mei 2026 mengatakan, meskipun pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi PDRB mencapai 60 – 70 persen, sektor pertanian, kehutanan, perikanan dan aktivitas ekonomi tetap menjadi pilar pendukung yang krusial. Menurutnya, heterogenitas ini menyokong ketahanan ekonomi, karena sektor pertanian dan industri kreatif sering kali menjadi penyangga ketika pariwisata melambat.
“Heterogenitas sosial, budaya dan aktivitas ekonomi menjadi kekuatan utama menopang ketahanan ekonomi Bali. Keberagaman itu akan menciptakan struktur ekonomi yang tangguh, asalkan tantangan ketimpangan wilayah teratasi. Kita bisa melihat saat bom Bali dan pandemi Covid 19 dimana sector pariwisata Bali terpuruk dan ekonomi Bali disokong sector pertanian, ekonomi kreatif, peternakan dan perikanan,” ujarnya.
Widya Hadi Saputra tidak memungkiri, heterogenitas masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya ketimpangan wilayah dan potensi kerusakan lingkungan akibat pembangunan infrastruktur pariwisata yang intensif.
“Diperlukan pengembangan diversifikasi ekonomi yang lebih merata dengan memperkuat sektor pertanian dan industri kreatif di wilayah yang bukan pusat pariwisata, sehingga menciptakan keberlanjutan ekonomi jangka panjang,” tuturnya.
Heterogenitas sosial, budaya, dan aktivitas ekonomi di Bali diyakini akan menciptakan struktur ekonomi yang tangguh. Keberagaman sosial dan budaya tersebut menjadi pilar ekonomi kreatif berbasis budaya yang potensial menjadi kekuatan ekonomi baru. Meskipun heterogenitas menjadi kekuatan, tantangan ketimpangan wilayah dan ketergantungan terhadap pariwisata harus dicarikan solusi yang tepat untuk mewujudkan pemerataan eknomi yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....