Lahan Pertanian di Denpasar Terus Menyusut, Distan Lakukan Verifikasi Data
- 02 Mei 2026 23:03 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Penyusutan luas lahan pertanian di Kota Denpasar terus terjadi dari tahun ke tahun. Dinas Pertanian (Distan) Kota Denpasar mencatat, dalam kurun 2019 hingga 2023, luas lahan sawah menyusut hingga 278 hektare.
Untuk memastikan kondisi terkini, pemerintah kini melakukan verifikasi ulang data di lapangan. Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar, AA Gde Bayu Brahmasta, Sabtu, 02 Mei 2026 mengatakan verifikasi dilakukan guna memperoleh data riil terbaru terkait luas lahan baku sawah (LBS).
“Data yang kami gunakan masih mengacu pada LBS 2024 dari kementerian. Saat ini kami uji kembali melalui survei lapangan dan citra satelit untuk mengetahui kondisi sebenarnya pada 2025 dan 2026,” ujarnya.
Hasil sementara menunjukkan tren penyusutan masih terjadi. Namun, di sisi lain, ditemukan pula lahan yang sebelumnya tidak tercatat sebagai sawah kini kembali difungsikan.
“Memang ada penyusutan, tetapi ada juga sawah yang sebelumnya tidak masuk data, sekarang kembali aktif. Jadi angka pastinya masih kami hitung,” jelasnya.
Berdasarkan data Distan, luas lahan sawah di Denpasar pada 2019 dan 2020 masing-masing tercatat 1.958 hektare. Angka ini menurun menjadi 1.915 hektare pada 2021, lalu kembali turun menjadi 1.871 hektare pada 2022.
Penurunan signifikan terjadi pada 2023, dengan luas tersisa sekitar 1.680 hektare. Jika dilihat per wilayah, penurunan paling mencolok terjadi di Denpasar Barat dan Denpasar Selatan.
Di Denpasar Barat, luas sawah menyusut dari 217 hektare pada 2019 menjadi 149 hektare pada 2023. Sementara Denpasar Selatan turun dari 536 hektare menjadi 449 hektare.
Denpasar Timur masih menjadi wilayah dengan lahan subak terluas, meski turun dari 616 hektare pada 2019 menjadi 553 hektare pada 2023. Adapun Denpasar Utara mengalami penurunan dari 589 hektare menjadi 529 hektare pada periode yang sama.
Agung Bayu menambahkan, dinamika data turut dipengaruhi metode pendataan sebelumnya yang berbasis citra satelit, sehingga diperlukan verifikasi langsung di lapangan. “Ada lahan yang sebelumnya tidak terdeteksi sebagai sawah karena tidak digarap. Setelah diairi dan diolah kembali, kini masuk kategori sawah,” katanya.
Selain itu, saat ini tercatat sebanyak 42 subak di Denpasar masih aktif. Namun, sejumlah subak lama dilaporkan telah beralih fungsi, terutama menjadi kawasan permukiman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....