Gubernur Koster Dorong Sinergi Perluasan Ruang Hijau Bali
- 30 Apr 2026 19:07 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmen penguatan ruang hijau melalui penanaman mangrove. Kegiatan tersebut dilakukan bersama Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Prof. Reda Manthovani serta Kejaksaan Tinggi Bali di kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Kuta Selatan, Badung, Sabtu 25 April 2026.
Dalam kesempatan itu, Gubenur Koster menekankan pentingnya mangrove sebagai benteng alami yang menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus mendukung keberlanjutan pariwisata Bali sebagai destinasi dunia. Ia menyampaikan bahwa cakupan ruang hijau di Bali saat ini berada di kisaran 20 persen dan ditargetkan meningkat menjadi minimal 30 hingga 35 persen dalam empat tahun ke depan.
“Bali tidak hanya membutuhkan ekosistem yang baik, tetapi juga karena Bali adalah destinasi wisata dunia, isu lingkungan menjadi sangat sensitif terhadap keberlanjutan pariwisata,” ujarnya.
Koster menegaskan bahwa gerakan penghijauan di Bali tidak sekadar program lingkungan, melainkan bagian dari nilai budaya lokal berbasis kearifan Sad Kerthi, khususnya Wana Kerthi yang bermakna memuliakan tumbuh-tumbuhan. “Bukan sekadar memelihara, tetapi memuliakan. Karena tumbuh-tumbuhan, terutama mangrove, adalah sumber kehidupan manusia,” katanya.
Ia juga menyoroti peran mangrove dalam menyerap karbon, mencegah abrasi, serta menjaga stabilitas daratan Bali yang terus tergerus, khususnya di wilayah pesisir selatan dan utara. Saat ini, luas kawasan mangrove di Bali diperkirakan mencapai sekitar 1.200 hektare, namun menurutnya masih perlu terus diperluas untuk memperkuat ketahanan ekologi wilayah pesisir.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 2.000 bibit mangrove jenis Rhizophora diserahkan kepada komunitas pecinta lingkungan di Bali, termasuk Mangrove Care Forum, Simbar Segara, dan Mangrove Ranger. Sebanyak 200 bibit ditanam langsung oleh peserta di lokasi kegiatan.
Koster berharap gerakan penanaman mangrove dapat menjadi agenda berkelanjutan yang diikuti oleh instansi pemerintah maupun swasta di Bali. “Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga masa depan Bali. Ekosistem yang sehat akan memperkuat citra pariwisata kita,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....