Perkuat Diplomasi Global, Gubernur Koster Dorong Kerja Sama Strategis Bali–Swiss
- 30 Apr 2026 18:18 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong penguatan kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Bali dan Swiss dalam berbagai bidang, mulai dari pendidikan vokasi, infrastruktur, energi, hingga pengembangan UMKM dan perdagangan internasional. Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan resmi Gubernur Koster dengan Wakil Duta Besar Swiss untuk Indonesia Mathias Domenig serta Konsul Jenderal Swiss di Bali Gerhard L. Nutz, yang berlangsung di Jayasabha, Denpasar, Jumat 24 April 2026.
Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan 70 tahun hubungan bilateral Indonesia–Swiss. Dalam pertemuan itu, kedua pihak menegaskan komitmen untuk memperluas kolaborasi di sejumlah sektor strategis yang dinilai memiliki potensi besar bagi pengembangan Bali sebagai destinasi global.
Wakil Dubes Swiss Mathias Domenig menyampaikan apresiasi terhadap Bali yang dinilainya memiliki posisi istimewa di mata dunia. Ia juga mengaku kagum terhadap kepemimpinan Gubernur Koster dalam mengelola Bali sebagai destinasi wisata internasional.
“Bali sangat spesial. Hubungan ini sangat membahagiakan bagi kami, terlebih dalam rangkaian 70 tahun hubungan bilateral Indonesia dengan Swiss,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa komunitas warga Swiss di Bali menunjukkan integrasi yang baik dengan masyarakat lokal, serta dikenal tertib dan menghormati budaya Bali. Dalam kerja sama konkret, Swiss telah menjalin kemitraan dengan Politeknik Negeri Bali dalam pengembangan pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri.
Selain itu, kerja sama juga dilakukan di sektor infrastruktur dan energi bersama lembaga internasional, termasuk Bank Dunia, serta dukungan terhadap UMKM. Domenig juga membuka peluang agar produk-produk lokal Bali dapat menembus pasar Swiss melalui fasilitasi jaringan bisnis dan perdagangan internasional.
“Kami melihat banyak ruang untuk perdagangan antara Bali dan Swiss. Produk lokal Bali memiliki potensi besar di pasar Swiss,” katanya.
Selain itu, Swiss turut menyatakan kesiapan berbagi pengalaman dalam penanganan persoalan perkotaan seperti kemacetan dan pengelolaan sampah yang menjadi tantangan di Bali. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang telah terjalin antara Bali dan Swiss, termasuk kontribusi wisatawan Swiss yang dinilai tertib dan menghormati budaya lokal.
“WNA Swiss sangat menjunjung tinggi kebudayaan lokal, sopan, dan tidak pernah membuat masalah,” ujarnya.
Ia juga menyebut jumlah wisatawan asal Swiss ke Bali mencapai lebih dari 40 ribu orang dalam setahun, yang turut memperkuat citra pariwisata Bali di tingkat global. Koster menegaskan bahwa Bali saat ini fokus pada pengembangan pariwisata berkualitas berbasis budaya serta penguatan sektor UMKM sebagai bagian dari transformasi ekonomi daerah.
Ia juga menyoroti tantangan seperti kemacetan dan lingkungan seiring meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara. “Pembangunan infrastruktur berkualitas menjadi prioritas untuk menunjang pariwisata kelas dunia,” jelasnya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan pertukaran cinderamata berupa kain endek dan arak Bali dari Gubernur Koster kepada delegasi Swiss sebagai simbol penguatan hubungan budaya dan diplomasi antarwilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....