Pemprov Bali-BI Susun Strategi Hadapi Dampak Geopolitik
- 30 Apr 2026 17:46 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali bersama Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali dan para pemangku kepentingan menyusun langkah strategis untuk mengantisipasi dampak eskalasi konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian daerah, khususnya sektor pariwisata yang menjadi penopang utama ekonomi Bali.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dalam Forum Balinomics yang digelar di The Meru Sanur, Selasa 21 April 2026. Forum ini menjadi ruang diskusi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku ekonomi untuk merespons dinamika ekonomi global yang kian tidak menentu.
“Forum Balinomics ini merupakan forum diskusi antara pemerintah daerah, para pakar ekonomi, dan praktisi terkait perekonomian Bali. Eskalasi konflik di Timur Tengah yang tidak menentu menimbulkan dampak ekonomi yang sangat besar bagi dunia, termasuk Bali,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dampak konflik global tersebut tidak hanya dirasakan di tingkat internasional, tetapi juga memengaruhi perekonomian nasional hingga daerah. Sektor pariwisata Bali sebagai motor utama ekonomi daerah turut terdampak, terutama akibat fluktuasi nilai tukar dan kenaikan harga komoditas.
“Nilai tukar rupiah mengalami guncangan, harga-harga komoditas meningkat, dan dampaknya merambat ke sektor ekonomi lainnya, termasuk pariwisata,” imbuhnya.
Dewa Made Indra menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang adaptif. Ia berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Bali.
“Kami berharap Forum Balinomics ini memberikan manfaat, menghasilkan rumusan peluang ekonomi, rekomendasi kebijakan, serta solusi agar perekonomian Bali tetap tumbuh optimal,” katanya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, menyampaikan bahwa Balinomics 2026 mengangkat tema pembaruan kebijakan ekonomi Bali di tengah gejolak geopolitik global. Forum ini juga diharapkan menjadi wadah diseminasi rutin terkait perkembangan ekonomi global, nasional, dan daerah.
Ia memaparkan sejumlah strategi penguatan ekonomi Bali, di antaranya menjaga kinerja sektor utama atau backbone ekonomi yaitu pariwisata, mengembangkan sektor unggulan baru (new economic heroes), memperkuat sektor pertanian sebagai diversifikasi sumber pertumbuhan, serta mendorong UMKM dan digitalisasi sebagai penggerak ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....