TPS Sadu Overload, Pencacahan Sampah dengan Mesin Gibrik Dioptimalkan
- 30 Apr 2026 16:13 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Tempat Penampungan Sementara (TPS) Sadu di Desa Sumerta Kaja mengalami kelebihan kapasitas (overload) sejak awal April 2026. Hal itu terjadi menyusul lonjakan volume sampah hingga 30 persen pasca pembatasan pembuangan ke TPA Suwung.
Ketua TPS Sadu, I Made Tirta Jati, Kamis 30 April 2026, mengungkapkan volume sampah yang ditangani saat ini mencapai 8–10 ton per hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 60 persen atau kurang lebih 6 ton merupakan sampah organik.
Padahal, kapasitas ideal TPS Sadu hanya sekitar 4 ton per hari. Kondisi ini memaksa pengelola melakukan berbagai langkah antisipasi untuk mengurangi penumpukan sampah.
“Sampah meningkat sekitar 30 persen, sekarang mencapai 8 sampai 10 ton per hari,” ujarnya.
Untuk mengatasi lonjakan tersebut, pihaknya mengoptimalkan pengolahan sampah organik melalui metode box bambu serta pencacahan menggunakan mesin gibrik yang mampu mengolah hingga 3 ton sampah per hari.
Meski demikian, Tirta Jati berharap adanya dukungan fasilitas dan teknologi yang lebih memadai guna meningkatkan kapasitas layanan TPS.
“Kami berharap ada bantuan alat dan teknologi yang bisa membantu meningkatkan pelayanan kami di TPS 3R,” katanya.
Selain keterbatasan kapasitas, TPS Sadu juga menghadapi kekurangan tenaga pemilah sampah residu. Saat ini, hanya terdapat sekitar lima orang petugas yang menangani pemilahan.
Salah satu petugas pemilah, Wayan Rustini, mengaku telah lima tahun bekerja di bidang tersebut. Ia menilai meningkatnya volume sampah serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah menjadi tantangan utama.
“Yang paling sulit itu saat sampah tidak dipilah. Plastik masih sering tercampur dengan sampah lain,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat dapat lebih aktif memilah sampah sejak dari rumah tangga untuk memudahkan proses pengelolaan di TPS. Saat ini, sampah organik di TPS Sadu diolah melalui proses pencacahan, sedangkan sampah anorganik, khususnya residu, tetap dibuang ke TPA Suwung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....