Kunjungi Balita Berisiko Stunting, Forum PUSPA Dorong Peran Posyandu

  • 29 Apr 2026 05:45 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Karangasem – Ketua Forum PUSPA (Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, didampingi Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, Ketua Forum PUSPA Kabupaten Karangasem, Ny. Anggreni Pandu Prapanca Lagosa, beserta jajaran, menyerahkan bantuan berupa paket sembako, beras, susu, popok, dan kasur, Selasa, 28 April 2026. Bantuan diserahkan kepada Komang Dwi Arkana Putra (1,6 tahun), anak kelima dari I Ketut Sudarta dan Ni Nengah Leonawati yang masuk kategori berisiko stunting dengan berat badan 8 kilogram.

Pasangan suami istri tersebut hidup dalam keterbatasan dengan mata pencaharian sebagai juru ngadas atau memelihara sapi milik orang lain, serta membuat sarana upakara. Pada kesempatan itu, Ny. Seniasih Giri Prasta meninjau langsung kondisi tempat tinggal keluarga Sudarta dan Leonawati yang berdampingan dengan mertua dan ipar, termasuk kamar berukuran 4 x 4 meter dengan dapur yang cukup sempit.

Melihat kondisi tersebut, Ny. Seniasih secara lugas menyarankan agar keluarga membersihkan dapur yang dipenuhi arang karena dinilai kurang baik bagi tumbuh kembang anak. Menurutnya, kondisi dapur yang kotor berisiko memengaruhi kesehatan anak dan dapat berdampak pada nafsu makan yang berujung pada risiko stunting.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali, A.A. Sagung Mas Dwipayani, yang menilai dapur kotor serta kamar yang sempit dan pengap dapat mengganggu masa pertumbuhan anak. Karena itu, keluarga ini juga direncanakan menerima bantuan bedah rumah yang dianggarkan pada 2027 mendatang.

Pada kesempatan yang sama, bantuan paket susu, popok, dan beras juga diserahkan kepada Nengah Derada dan Ni Kadek Sintia Deviyani, orang tua dari Nengah Arya Wiguna (1 tahun). Arya Wiguna juga masuk kategori balita berisiko stunting, dengan berat badan 8,5 kilogram di usia satu tahun.

Balita yang lahir prematur pada usia kandungan tujuh bulan itu diketahui tidak mengonsumsi ASI sejak lahir dan memiliki gangguan sensorik pada penglihatan atau perkembangan penglihatan yang agak lambat. Karena itu, Ketua PUSPA Provinsi Bali dan Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali menitipkan pesan agar orang tua rutin mengawal pertumbuhan dan perkembangan kesehatan anak melalui posyandu.

Kepala Dinas Sosial dr. Sagung Mas Dwipayani menekankan pentingnya rutin datang ke posyandu untuk memantau tinggi badan, berat badan, gizi, hingga pemberian vitamin bagi bayi. Menurutnya, pemantauan berkala menjadi langkah penting agar tumbuh kembang anak dapat terus terjaga.

Melalui pemantauan langsung ke lapangan yang disesuaikan dengan laporan petugas terkait, penyerahan bantuan di Banjar Dinas Yeh Poh, Desa Manggis, diharapkan menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat Bali, khususnya yang membutuhkan, dapat merasakan perhatian dan pendampingan secara nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....