Peran AI di Dunia Kerja Meningkat, Kesejahteraan Pekerja Masih Jadi Sorotan

  • 27 Apr 2026 09:24 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kian memberi dampak signifikan di lingkungan kerja, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan presisi pekerjaan. Pengamat kebijakan publik, Umar Ibnu Alkhatab, kepada RRI Senin, 27 April 2026 menilai, teknologi ini sangat membantu dalam berbagai sektor, termasuk dalam pengukuran proyek dan meminimalkan potensi kesalahan di lapangan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI tidak boleh sepenuhnya menggantikan peran manusia. Menurutnya, teknologi tetap memiliki potensi error, bahkan halusinasi, sehingga dibutuhkan kemampuan verifikasi dan kontrol dari manusia agar hasil kerja tetap akurat dan sesuai dengan tujuan.

“Teknologi seperti AI sangat membantu meningkatkan presisi pekerjaan, namun tetap berpotensi error dan halusinasi, sehingga perlu verifikasi manusia dan tidak boleh sepenuhnya diandalkan.” jelasnya.

Dalam momentum Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Sedunia, Umar juga menyoroti kondisi pekerja di Indonesia yang dinilai masih belum sejahtera. Ia menyebut keluhan terkait gaji yang rendah dan belum mencukupi kebutuhan hidup masih banyak terjadi, bahkan tidak sedikit pekerja yang harus tinggal di kos atau kontrakan sambil menanggung kebutuhan keluarga.

“Tingkat kesejahteraan pekerja masih rendah, terlihat dari gaji yang kecil dan belum mencukupi kebutuhan hidup, bahkan banyak yang masih tinggal di kos atau kontrakan sambil menanggung keluarga.” ungkapnya.

Dari sisi regulasi, pemerintah dinilai telah memiliki aturan terkait keselamatan kerja, termasuk penerapan standar K3 dan perlindungan melalui program seperti BPJS Ketenagakerjaan. Namun, Umar Ibnu Alkhatab menegaskan bahwa tantangan utama terletak pada konsistensi implementasi di lapangan, baik oleh pemerintah maupun pihak swasta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....