Mewujudkan Masyarakat Tangguh Bencana Melalui Kolaborasi dan Mitigasi Mandiri

  • 25 Apr 2026 15:53 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, penguatan koordinasi internal maupun eksternal antar-lembaga penanggulangan bencana terus ditingkatkan guna membangun ketangguhan masyarakat. Selain kesiapan petugas, respon cepat masyarakat terhadap informasi cuaca juga memegang peranan krusial dalam meminimalisir dampak musibah.

Koordinator Tagana Kota Denpasar, I Made Tara, kepada RRI.CO.ID menjelaskan, langkah awal dalam kesiapsiagaan dimulai dari penguatan komunikasi internal organisasi hingga koordinasi lintas sektoral dengan pemerintah dan komunitas relawan lainnya. Menurutnya, keterbukaan informasi yang cepat, termasuk pembaruan cuaca dari BMKG, menjadi fondasi utama dalam penanganan bencana secara bersama.

“Internal kami, agar selalu teman-teman siap, komunikasi itu selalu terbangun setiap saat. Bahkan setiap detik kami selalu berbagi informasi terkait dengan update perkembangan cuaca yang dikeluarkan oleh rekan-rekan dari BMKG. Kemudian eksternal, kita juga bergabung dalam komunitas penanggulangan bencana yang dibentuk oleh BPBD Kota Denpasar, sehingga setiap komunikasi terjadinya musibah bencana ataupun penanganan lainnya, selalu kita update setiap saat,” ujar I Made Tara, Sabtu, 25 April 2026.

Tara menambahkan, meski masyarakat saat ini sudah semakin melek informasi, tantangan terkait anomali cuaca dan potensi kebakaran akibat kekeringan ekstrem tetap perlu diwaspadai. Ia juga menekankan pentingnya mitigasi mandiri, termasuk kewaspadaan dalam penggunaan api dupa saat upacara serta pengelolaan sampah rumah tangga guna mencegah bencana lingkungan.

“Pesan kami, ketika melaksanakan persembahan dengan api dupa itu, upayakan kita pilih dupa yang tidak nyalanya berjam-jam, sehingga dalam waktu hitungan menit, dupa itu sudah mati. Sehingga kecil kemungkinan kita bisa mengurangi dampak-dampak yang ditimbulkan ketika terjadi angin yang berhembus di sekitaran dupa. Kemudian terkait sampah, mari kita melakukan upaya-upaya mengurangi sampah dari rumah masing-masing, sehingga tidak hanya pemerintah yang merasa terbebani dengan masalah sampah ini,” ujar I Made Tara.

Melalui partisipasi aktif masyarakat dalam simulasi bencana dan kesadaran menjaga lingkungan, diharapkan ketangguhan dalam menghadapi bencana di Bali dapat terwujud secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....