“Kebun Imut”, Olah Sampah Organik Berbasis Maggot di Denpasar
- 24 Apr 2026 14:49 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, meninjau inovasi pengolahan sampah organik berbasis maggot di Kebun Imut, Kampung Islam Kepaon, Desa Pemogan, Kamis 23 April 2026. Kunjungan ini menyoroti solusi berbasis masyarakat dalam menekan volume sampah organik di Kota Denpasar.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh Ana Rohanah Salamah melalui konsep Integrasi Maggot Unggas dan Tanaman (Kebun Imut). Metode ini memanfaatkan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) untuk mengurai sampah organik basah secara cepat dan efisien.
Dalam kunjungannya bersama dinas terkait, Sagung Antari mengapresiasi kontribusi masyarakat dalam mendukung upaya pemerintah mengatasi persoalan sampah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ana Rohanah Salamah karena telah membantu pemerintah dalam mengurangi sampah melalui sistem maggot ini,” ujarnya.
Selain melihat proses pengolahan, kunjungan tersebut juga bertujuan mengidentifikasi kebutuhan sarana dan prasarana guna mendukung pengembangan pengelolaan maggot secara berkelanjutan. Kebun Imut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengolahan sampah, tetapi juga sebagai sarana edukasi masyarakat terkait pengelolaan limbah ramah lingkungan.
Ana Rohanah Salamah menjelaskan bahwa maggot mampu mengurai hingga 70 persen limbah organik, dengan kapasitas pengolahan mencapai 50 hingga 100 kilogram per hari. Proses pengolahan diawali dengan pencacahan sampah agar lebih mudah dikonsumsi larva.
“Pada minggu kedua, maggot mampu mengonsumsi sampah hingga dua kali lipat dari berat tubuhnya, sehingga proses penguraian menjadi sangat cepat,” jelasnya.
Selain mengurangi volume sampah, maggot yang dihasilkan juga memiliki nilai ekonomis sebagai pakan ternak, baik dalam kondisi segar maupun kering. Sementara sisa penguraian dimanfaatkan sebagai kompos (kasgot) untuk kebutuhan pertanian.
Kebun Imut yang berdiri di lahan sekitar dua are di Jalan Raya Pemogan, Gang Sholeh, juga mengintegrasikan peternakan unggas dan budidaya tanaman. Produk turunan lainnya meliputi eco enzyme serta pengolahan minyak jelantah menjadi sabun.
Dalam pengelolaannya, Ana turut berkolaborasi dengan sejumlah komunitas dan lembaga, seperti Go Green Deen, Bali Waste Management Training Center, TPS3R Kubu Lestari, serta Komunitas Aksi Masyarakat Peduli Lingkungan. Ana berharap inovasi ini dapat menjadi alternatif solusi pengelolaan sampah organik yang dapat diterapkan lebih luas di Kota Denpasar, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....