Prints in Motion Soroti Perkembangan Seni Cetak Kontemporer di Bali
- 12 Apr 2026 14:43 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Tabanan – Labyrinth Art Gallery di kawasan Nuanu Creative City menghadirkan pameran terbaru bertajuk Prints in Motion yang mengeksplorasi perkembangan seni cetak atau printmaking dalam praktik seni kontemporer. Pameran yang dikembangkan bersama Devfto Printmaking Institute ini berlangsung hingga 26 Mei 2026 dan menghadirkan karya dari 27 seniman yang berasal dari lima negara, yakni Indonesia, Prancis, Rusia, Swiss, dan Inggris.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Nuanu dalam menyediakan ruang bagi eksperimen artistik, pertukaran gagasan, serta keterlibatan publik dalam perkembangan seni di Bali. Diselenggarakan sejak 11 April 2026, pameran ini menampilkan berbagai teknik printmaking seperti relief, intaglio, hingga litografi yang dipadukan dengan pendekatan lintas media.
Hal ini menunjukkan bahwa seni cetak tidak hanya sebatas reproduksi, melainkan medium yang terus berkembang secara kreatif dan konseptual. Gallery Director Labyrinth Art Gallery, Kelsang Dolma, mengungkapkan bahwa pameran ini memberikan ruang baru bagi medium yang kerap dipandang terbatas.
“Apa yang menarik bagi kami dari pameran ini adalah kesempatan untuk memberi ruang lebih bagi medium yang sering kali terpinggirkan atau direduksi menjadi sekadar teknik,” katanya.
“Di sini, printmaking menjadi sesuatu yang jauh lebih terbuka. Ia memuat proses, eksperimen, disiplin, sekaligus elemen kejutan dan menurut kami, itu penting untuk dihadirkan,” tambahnya.
Pameran ini juga mempertemukan seniman dengan latar belakang yang beragam, seperti Ugo Untoro, Eddie Hara, hingga Nyoman Erawan, yang menghadirkan pendekatan berbeda dalam praktik seni cetak kontemporer. Selain itu, pameran ini menyoroti pentingnya praktik kolektif dalam pengembangan printmaking, di mana studio tidak hanya menjadi ruang produksi, tetapi juga ruang dialog dan eksplorasi ide.
Founder Devfto Printmaking Institute, Devy Ferdianto, menegaskan pentingnya keberadaan ruang eksplorasi bagi seniman. “Setelah bertahun-tahun berkarya di printmaking, yang paling terasa bagi saya adalah pentingnya memiliki ruang bagi seniman untuk terus belajar, bereksperimen, dan melanjutkan praktiknya di luar pendidikan formal,” ungkapnya.
“Itu menjadi salah satu alasan Devfto hadir berangkat dari keinginan untuk membangun ruang terbuka bagi printmaking di Bali, di mana proses dapat terus berkembang dan seniman tetap dekat dengan mediumnya,” lanjutnya.
Melalui pameran Prints in Motion, Labyrinth Art Gallery tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga memperlihatkan proses kreatif di baliknya, sekaligus memperkuat ekosistem seni kontemporer di Bali yang semakin dinamis dan inklusif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....