Tantangan Kesehatan Bali Masih Perlu Penanganan Serius

  • 09 Apr 2026 07:41 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Provinsi Bali masih menghadapi sejumlah tantangan di sektor kesehatan masyarakat. Permasalahan ini mencakup stunting, kematian ibu dan bayi, hingga penyakit menular dan tidak menular.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Putu Astri Dewi Miranti, MPH, mengatakan angka stunting di Bali pada 2024 mengalami peningkatan. Meski demikian, prevalensinya masih tergolong terendah secara nasional dengan angka 8,7 persen.

“Kita masih punya anak dan balita stunting, dan tahun 2024 angkanya meningkat walaupun kita yang terendah di Indonesia,” ujarnya. Selain itu, kematian ibu dan bayi juga masih menjadi perhatian serius di Bali.

Ia menambahkan, tantangan kesehatan juga datang dari tingginya kasus penyakit menular dan tidak menular. Perilaku hidup sehat masyarakat dinilai belum optimal sehingga berdampak pada kondisi kesehatan secara umum.

“Masalah perilaku dan kebiasaan hidup sehat masyarakat Bali juga belum maksimal dilakukan,” katanya. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali.

Berbagai program kesehatan terus diperkuat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Di antaranya pengawasan program makan bergizi gratis, pelaksanaan cek kesehatan gratis, hingga pengendalian penyakit.

Program penemuan kasus tuberkulosis (TB) dan pengendalian penyakit menular serta tidak menular juga menjadi prioritas. Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen mendukung program nasional kesehatan secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....