Akademisi Soroti Pentingnya Evidence-Based dan Literasi Kesehatan Masyarakat
- 08 Apr 2026 12:16 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, pendekatan berbasis penelitian dinilai masih perlu diperkuat dalam program-program kesehatan di Indonesia. Ketua Departemen Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran Unud, Ketut Suarjana, kepada RRI.CO.ID, Senin, 6 April 2026 menjelaskan keterlibatan akademisi dalam penyusunan kebijakan kesehatan masih belum optimal.
“Program kesehatan seharusnya berbasis evidence atau kajian ilmiah agar dampaknya benar-benar bisa menurunkan beban penyakit,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti tantangan besar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, terutama akibat maraknya informasi kesehatan yang tidak terverifikasi di media sosial. “Masyarakat sering lebih percaya pada influencer yang tidak memiliki latar belakang kesehatan dibandingkan tenaga ahli,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa fenomena tersebut dapat memicu kesalahan dalam memahami informasi kesehatan, terutama yang bersifat instan. Sebagai upaya pencegahan, ia mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat secara konsisten, seperti menjaga pola makan seimbang dan melakukan aktivitas fisik secara rutin.
“Kita harus menjadi manajer kesehatan diri sendiri, karena kesehatan adalah aset yang harus dijaga sejak dini,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....