Enam Kamar Rutan Negara Diacak-acak Petugas Gabungan

  • 06 Apr 2026 18:31 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Aparat gabungan dari unsur TNI-Polri dan petugas Rutan melakukan penggeledahan mendadak terhadap enam kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Negara pada Senin 6 April 2026. Langkah ini diambil guna memastikan sterilitas rutan dari peredaran barang terlarang.

Kepala Rutan Negara, I Gusti Agus Putra Mahendra, mengungkapkan bahwa dari total 14 kamar yang tersedia, petugas menyisir secara acak enam titik utama, yakni kamar 1, 2, 7, 8, 9, dan 10. Meskipun dilakukan secara mendetail, petugas tidak menemukan adanya selundupan narkoba, ponsel, maupun senjata tajam.

Namun, sejumlah barang yang dilarang berada di dalam kamar tetap disita, antara lain, Korek gas dan sendok besi, gelas kaca dan pemotong kuku, kartu remi serta kartu ceki. "Barang-barang ini akan segera kami data dan musnahkan sesuai prosedur berita acara resmi," tegas Mahendra.

Mahendra memperingatkan bahwa pihaknya tidak akan memberi toleransi terhadap pelanggaran berat. WBP yang terbukti memiliki ponsel atau narkoba akan langsung dijatuhi Sanksi Register F. Hukuman ini berakibat fatal karena mencabut hak-hak narapidana, seperti hak remisi hingga usulan Pembebasan Bersyarat (PB).

Sementara itu, lanjut Mahendra, kondisi rutan saat ini mengalami kelebihan kapasitas yang cukup signifikan. Dari kapasitas ideal 71 orang, jumlah penghuni telah mencapai 197 orang, dengan sekitar 107 di antaranya merupakan kasus narkotika.

“Untuk mengatasi overload, salah satu upaya yang dilakukan adalah pemindahan warga binaan ke lapas atau rutan lain yang kapasitasnya lebih longgar. Namun, hampir seluruh lapas dan rutan di Bali juga mengalami kondisi serupa, sehingga pemindahan dilakukan secara terbatas dan harus melalui persetujuan Kantor Wilayah,” jelasnya.

Menanggapi kondisi overload tersebut, pihak Rutan terus berupaya melakukan koordinasi dengan Kantor Wilayah untuk kemungkinan pemindahan narapidana ke lapas lain, meski hampir seluruh fasilitas pemasyarakatan di Bali mengalami kondisi serupa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....