Nuanu Umumkan Art & Bali 2026, Angkat Persinggungan Fashion, Seni, dan Kriya

  • 03 Apr 2026 22:39 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Tabanan – Nuanu Creative City mengumumkan penyelenggaraan Art & Bali 2026 yang akan digelar pada 11 hingga 13 September 2026 di kawasan Nuanu, Bali. Pameran seni kontemporer ini kembali hadir setelah sukses pada edisi perdana tahun sebelumnya.

Art & Bali 2026 dirancang sebagai boutique international art fair yang menghubungkan praktik seni lokal dengan percakapan regional dan global. Kegiatan ini akan menghadirkan sekitar 20 galeri dalam bagian utama serta beragam program publik yang melibatkan seniman, kolektor, dan pelaku budaya.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan kehadiran Art & Bali menjadi upaya menjembatani potensi seni Indonesia agar lebih dikenal di tingkat internasional. “Lanskap budaya Indonesia begitu kaya dan luar biasa, namun hingga kini masih belum banyak mendapat representasi di panggung seni internasional. Di situlah Art & Bali hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa seni memiliki peran penting dalam mempertemukan berbagai pihak dalam satu ruang dialog yang bermakna. “Di tengah dunia yang terkadang terasa terfragmentasi, seni menjadi salah satu medium yang masih mampu mempertemukan orang-orang yang tepat dalam satu ruang. Saat saya melihat para investor dan calon penghuni, mereka yang memiliki keterlibatan nyata di tempat ini benar-benar tersentuh oleh apa yang mereka temukan di sini, hal itu menegaskan satu hal: budaya bukan sekadar pelengkap, melainkan esensi dari semuanya.,” ujarnya.

Fair Director Art & Bali, Kelsang Dolma, menjelaskan bahwa penyelenggaraan ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem seni kontemporer di Bali yang memiliki standar internasional namun tetap berakar pada budaya lokal. “Art & Bali merupakan bagian dari upaya yang lebih luas dari berbagai penyelenggara di Bali untuk membangun platform seni kontemporer di kawasan ini yang dapat beroperasi dengan standar internasional. Bagi kami, hal tersebut berarti membentuk sebuah art fair yang berakar secara budaya, kredibel secara komersial, dan terbuka bagi beragam audiens serta percakapan. Kami tidak tertarik untuk mengadopsi model yang sudah ada di tempat lain, tetapi mengembangkan format yang relevan dengan konteks Bali dan dapat tumbuh dengan kedalaman serta integritas dalam jangka panjang,” ujarnya.

Pada edisi tahun ini, Art & Bali menunjuk Bandana Tewari sebagai kurator dengan Brina Paska sebagai asisten kurator untuk pameran kuratorial tahunan. Pameran tersebut akan mengeksplorasi hubungan antara fashion, seni, dan kriya sebagai bagian dari ekspresi budaya yang berkembang dalam praktik seni kontemporer.

Bandana Tewari mengatakan pendekatan kuratorial tahun ini berfokus pada praktik yang mengandung memori, teknik, serta hubungan personal dalam proses berkarya. “Pameran ini akan mengeksplorasi persinggungan antara fashion, seni, dan kriya sebagai bentuk ekspresi budaya yang kuat. Kami tertarik pada praktik-praktik yang mengandung memori, teknik, kedekatan personal, kerja, dan transformasi. Mengembangkan proyek ini di Bali, di mana kriya dan ritual tidak hanya hidup tetapi juga terus berkembang, menjadi sangat relevan dan menarik,” ujarnya.

Selain pameran utama, Art & Bali 2026 juga akan menghadirkan berbagai program publik seperti diskusi, pertunjukan, serta karya seni yang tersebar di kawasan Nuanu Creative City. Melalui rangkaian kegiatan ini, penyelenggara berharap Art & Bali dapat menjadi ruang pertemuan budaya yang tidak hanya berorientasi pada pasar, tetapi juga mendorong dialog lintas disiplin serta memperkuat posisi Bali dalam peta seni kontemporer internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....