Makna Hari Saraswati di Era Digital, Umat Diajak Bijak Gunakan Teknologi
- 03 Apr 2026 22:10 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpaaar – Perayaan Hari Saraswati bagi umat Hindu tidak hanya dimaknai sebagai turunnya ilmu pengetahuan suci, tetapi juga mengalami perluasan makna di tengah perkembangan era digital saat ini. Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, I Nyoman Arya, kepada RRI.CO.ID, Jum’at, 3 April 2026 mengatakan Hari Saraswati merupakan momentum suci yang dirayakan setiap 210 hari pada Saniscara Umanis Wuku Watugunung.
“Di era digital, pemaknaan Hari Saraswati tidak hanya terbatas pada buku fisik, tetapi juga mencakup perangkat digital seperti laptop, komputer, dan smartphone sebagai sumber pengetahuan modern,” ujarnya.
Ia menjelaskan, transformasi tersebut merupakan bagian dari dinamika zaman yang tidak terlepas dari konsep waktu dalam ajaran Hindu, yakni masa lalu, masa kini, dan masa depan. Menurutnya, perkembangan teknologi membawa dua sisi yang harus disikapi dengan bijak oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
“Teknologi ibarat pisau, bisa memberikan manfaat atau sebaliknya tergantung bagaimana digunakan. Di era digital ini, kecerdasan sangat diperlukan untuk memilah informasi, termasuk menghindari penyebaran hoaks,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam ajaran Saraswati, kemampuan berpikir bijak atau wiweka menjadi kunci dalam menyaring informasi yang beredar luas di dunia digital. Selain itu, penggunaan media sosial juga harus disertai tanggung jawab moral dan literasi yang baik agar ilmu pengetahuan tidak bersifat semu.
“Ilmu yang dimiliki harus dapat dipertanggungjawabkan, baik untuk diri sendiri maupun untuk kepentingan umat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah kecenderungan untuk menerima informasi secara instan tanpa proses verifikasi. “Tidak semua informasi di internet benar. Oleh karena itu, penting memiliki literasi yang kuat agar tidak mudah terpengaruh,” tambahnya.
Momentum Hari Saraswati juga diharapkan menjadi pengingat pentingnya belajar sepanjang hayat atau long life education, baik melalui pendidikan formal, nonformal, maupun informal. Ia pun mengimbau generasi muda untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dan tidak menyalahgunakannya untuk hal negatif.
“Gunakan teknologi untuk hal positif, tingkatkan pengetahuan, dan tetap menjaga etika dalam berinteraksi di dunia digital,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....