Waspada Pasang Maksimum Air Laut hingga 10 April
- 03 Apr 2026 17:16 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar — Fenomena fase bulan purnama yang terjadi pada awal April ini berpotensi menyebabkan pasang maksimum air laut. Hal itu dirilis oleh Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar melalui peringatan dini terkait potensi pasang maksimum air laut di wilayah pesisir Bali.
Prakirawan BBMKG Wilayah III, Putu Agus Dedy Permana, saat dikonfirmasi RRI, Jumat, 3 April 2026, menjelaskan bahwa potensi pasang maksimum air laut tersebut berpeluang terjadi di wilayah pesisir Bali, terutama di pesisir selatan. Adapun enam wilayah yang terdampak meliputi pesisir selatan Jembrana, pesisir selatan Tabanan, pesisir Kabupaten Badung, pesisir Kota Denpasar, pesisir Kabupaten Gianyar, serta pesisir selatan Kabupaten Klungkung.
“Dampak dari fenomena ini akan meningkatkan ketinggian pasang maksimum air laut yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat pesisir, aktivitas tambak garam, dan aktivitas bongkar muat di pelabuhan,” jelasnya.
Putu Agus menambahkan, potensi peningkatan pasang maksimum air laut ini diperkirakan berlangsung hingga 10 April mendatang. Menghadapi fenomena tersebut, ia meminta masyarakat agar mewaspadai potensi bencana yang dapat ditimbulkan.
“Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau informasi terkini terkait cuaca maritim dari BMKG sebagai langkah antisipasi,” imbaunya.
Pihaknya juga memastikan akan terus memantau perkembangan dinamika kondisi laut dan cuaca di wilayah Bali, khususnya selama periode purnama yang berpotensi meningkatkan risiko banjir rob di sejumlah wilayah pesisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....