Pengelolaan Sampah dari Sumber Jadi Kunci Rejuvenasi Pariwisata Sanur
- 30 Mar 2026 14:21 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi fokus utama dalam upaya membenahi kualitas pariwisata di kawasan Sanur. Hal ini mengemuka dalam Gathering Pariwisata bertajuk “Rejuvenate Sanur: Sinergi Membangun Pariwisata Denpasar” yang digelar Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata di Hotel Prama Sanur, Sabtu 28 Maret 2026.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi tantangan serius seiring meningkatnya aktivitas sektor pariwisata, khususnya dari pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe (horeka). “Pengelolaan sampah berbasis sumber menjadi kunci. Kita harus menyasar langsung pelaku usaha horeka karena memiliki peran besar dalam menghasilkan sekaligus mengelola sampah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkot Denpasar bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) terus mendorong penyelesaian sampah dari sumbernya. Sejumlah wilayah di Sanur bahkan mulai menunjukkan hasil, seperti Sanur Kaja yang mampu mengelola sampah secara mandiri tanpa mengirim ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Sementara itu, Sanur Kauh tengah mengembangkan fasilitas pengolahan sampah dengan dukungan Pemerintah Provinsi Bali. “Harapannya, kawasan Sanur dapat mandiri dalam mengelola sampahnya sendiri sehingga mendukung pariwisata yang bersih dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara juga menerima penghargaan dari BPPD Kota Denpasar dan PHRI Kota Denpasar atas kontribusinya dalam pembangunan sektor pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, menambahkan bahwa arah pembangunan pariwisata Denpasar mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.
Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Bali, Denpasar memiliki peran strategis sebagai barometer pembangunan pariwisata. Kawasan Sanur pun terus ditata sebagai destinasi unggulan melalui peningkatan kualitas kawasan dan daya saing.
“Sebagai sektor yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar, horeka memiliki peran strategis dalam implementasi pengelolaan sampah berbasis sumber, mulai dari pemilahan hingga pengolahan,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengelolaan sampah berbasis sumber bukan sekadar respons terhadap kebijakan penutupan TPA Suwung, melainkan langkah strategis untuk menjaga kualitas lingkungan dan kehidupan di masa depan.
“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mendorong kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pariwisata Denpasar yang regeneratif, berkualitas, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua BPPD Kota Denpasar, IB Gede Agung Sidharta, menyebut sebagian besar hotel di Sanur telah menerapkan sistem pengelolaan limbah secara terstruktur, mulai dari limbah dapur, hingga limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
“Bahkan minyak jelantah pun sudah dikelola oleh pihak ketiga,” katanya.
Kegiatan ini diikuti sekitar 90 peserta yang terdiri atas tokoh masyarakat, pelaku usaha pariwisata, desa adat, akademisi, komunitas lingkungan, serta perangkat daerah terkait.
Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, pengelolaan sampah berbasis sumber diharapkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pariwisata Denpasar yang bersih, berkualitas, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....