Bali Diminta Fokus Tangani Sampah dan Kemacetan

  • 27 Mar 2026 15:06 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Harapan agar konflik di kawasan Timur Tengah segera berakhir terus disuarakan berbagai kalangan, termasuk pelaku pariwisata di Bali. Eskalasi konflik yang berkepanjangan berpotensi memicu ketidakpastian global yang berdampak langsung terhadap sektor pariwisata.

Ketua Umum Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali, Dr. Gusti Kade Sutawa di Denpasar mengungkapkan, keamanan dan kenyamanan merupakan faktor utama yang sangat mempengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung. Jika konflik meluas, dikhawatirkan akan memengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali.

Ia berharap dunia internasional dapat menjaga perdamaian, mengingat pariwisata adalah sektor yang sangat rentan terhadap isu keamanan.

Gusti Kade Sutawa mengingatkan selain isu global, perhatian terhadap persoalan lokal juga tidak kalah penting. Isu pengelolaan sampah masih menjadi prioritas utama yang harus segera ditangani secara serius dan terintegrasi.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar penanganan sampah dapat berjalan optimal,”ujarnya.

Selain itu, menurutnya masalah kemacetan di sejumlah kawasan wisata juga menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Perbaikan infrastruktur dan manajemen lalu lintas dinilai penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan.

Ia berharap berbagai tantangan ini dapat ditangani secara bertahap, dan terus memantau perkembangan situasi global yang dinamis. Diharapkan situasi global segera membaik, sehingga pariwisata tetap tumbuh dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....