Momentum Lebaran Dorong Kunjungan Wisatawan ke Bali

  • 24 Mar 2026 10:22 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Libur Lebaran 2026 membawa dampak signifikan terhadap pergerakan wisatawan ke Bali. Fenomena ini menjadi perhatian akademisi pariwisata, terutama dalam melihat pola kunjungan dan tren wisata yang terjadi.

Koordinator Program Studi Industri Perjalanan Wisata Universitas Udayana, Dr. I Made Kusuma Negara, menjelaskan bahwa peningkatan wisata saat libur Lebaran merupakan fenomena yang wajar terjadi setiap tahun. “Secara akademis, ini adalah pola musiman. Ketika masyarakat memiliki waktu luang seperti hari raya, maka aktivitas traveling akan meningkat,” ujar Kusuma Negara.

Ia menambahkan, pada tahun 2026 terdapat dinamika berbeda karena bertepatan dengan Hari Raya Nyepi. Kondisi ini turut memengaruhi pola kunjungan wisatawan, baik domestik maupun pergerakan di dalam Bali.

Menurutnya, wisatawan domestik masih mendominasi kunjungan, khususnya dari kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Pola perjalanan pun didominasi oleh wisata keluarga serta kelompok anak muda yang memanfaatkan momentum liburan.

“Namun ada tantangan, seperti kenaikan harga tiket dan faktor ekonomi global. Hal ini bisa membuat sebagian wisatawan berpikir ulang untuk berlibur,” katanya.

Kusuma Negara juga menilai momentum Lebaran termasuk kategori peak season yang bersifat singkat. Lonjakan kunjungan biasanya terpusat pada destinasi populer seperti Kuta dan kawasan wisata utama lainnya.

Ia menyebutkan bahwa keterbatasan waktu libur membuat wisatawan cenderung tidak menjangkau destinasi yang lebih jauh seperti Bali Utara atau Bali Timur. “Wisatawan cenderung memilih destinasi yang mudah dijangkau dan sudah populer karena waktu mereka terbatas,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap pemerintah dapat mengembangkan destinasi wisata yang lebih merata dan terjangkau bagi masyarakat. Hal ini penting agar manfaat ekonomi pariwisata dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Bali.

“Bali tetap menjadi destinasi favorit wisatawan domestik. Tinggal bagaimana pengelolaan dan pemerataan destinasi bisa ditingkatkan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....