Makna Idulfitri Perkuat Toleransi Umat di Bali

  • 20 Mar 2026 08:41 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Perayaan Idulfitri di Bali berlangsung dalam suasana penuh toleransi antarumat beragama. Umat Islam tetap dapat menjalankan ibadah dengan khidmat melalui koordinasi bersama aparat keamanan dan pecalang.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bali, KH. Mahrusun, menyampaikan bahwa kehidupan umat Islam di Bali yang berdampingan dengan berbagai agama justru memperkuat nilai toleransi. Kondisi tersebut terlihat dari suasana ibadah yang tetap berjalan khidmat dan penuh pengertian antarumat beragama.

“Makna Idulfitri adalah kembali kepada kebersihan dan kesucian setelah menjalankan ibadah puasa, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia,” ujar KH. Mahrusun.

KH. Mahrusun menambahkan, toleransi di Bali telah terbangun dengan baik melalui koordinasi antara umat, aparat keamanan, serta pecalang di masing-masing wilayah. Hal ini membuat pelaksanaan ibadah, termasuk salat Idulfitri, dapat berlangsung aman dan lancar.

“Koordinasi dengan pihak keamanan, desa adat, dan pecalang berjalan baik sehingga pelaksanaan ibadah dan perayaan tetap kondusif serta penuh kerukunan,” katanya.

Pelaksanaan salat Idulfitri rencananya digelar di sejumlah masjid dan lapangan terbuka di Bali. Selain itu, tradisi takbir juga berpotensi melibatkan lintas umat sebagai bentuk kebersamaan yang telah berlangsung selama ini.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bali, KH. Mahrusun, mengimbau umat Islam di Bali untuk merayakan Idulfitri secara tertib dan tetap menjaga keharmonisan dengan umat lain. Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus terpelihara demi menjaga kedamaian di Pulau Dewata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....