Penanganan Sampah Ogoh-ogoh Dilakukan Terstruktur

  • 17 Mar 2026 20:52 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Penanganan sampah ogoh-ogoh pada malam pengerupukan dilaksanakan secara terstruktur pada momentum Ngembak Geni dengan melibatkan seluruh sekaa teruna. Hal ini disampaikan Bendesa Adat Sumerta, I Wayan Payuse kepada RRI.CO.ID. Ia menegaskan pembongkaran ogoh-ogoh baru diizinkan sehari setelah Hari Suci Nyepi guna mencegah sampah berserakan.

Payuse menambahkan, sebelum dibongkar ogoh-ogoh disimpan di balai banjar atau tempat yang tidak berada di pinggir jalan disertai prosesi penyiraman Tirta Pralina sebagai simbol peleburan unsur negatif. Selanjutnya, sisa material yang tidak digunakan dibawa ke Setra Desa Prakaman Sumerta untuk dibakar.

“Setiap sekaa teruna kami wajibkan membuat barikade atau sistem sendiri untuk menangani sampah yang mereka hasilkan selama pengarakan ogoh-ogoh,” ujar Payuse.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung, I Dewa Komang Aswin, menyampaikan pihaknya fokus menangani sampah sisa aktivitas masyarakat di jalan, seperti plastik dan sisa makanan, yang muncul saat malam Pengerupukan. Ia menambahkan, penanganan sampah ogoh-ogoh sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing sekaa teruna di desa adat.

“Sampah yang kami tangani itu sampah di jalan seperti sisa makanan dan plastik. Pengambilannya dilakukan setelah Nyepi, saat Ngembak Geni,” jelas Aswin.

Dengan sinergi antara desa adat dan pemerintah daerah, penanganan sampah saat rangkaian Nyepi diharapkan dapat berjalan optimal tanpa mengganggu kelestarian lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....