Wali Kota Jaya Negara Tinjau Posko Terpadu Terminal Ubung
- 14 Mar 2026 15:33 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara meninjau kesiapan armada angkutan Lebaran di UPT Penumpang Terminal Ubung, Denpasar, Jumat 13 Maret 2026. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah yang tahun ini bertepatan dengan rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Sebelum melakukan peninjauan, Wali Kota Jaya Negara memimpin Apel Siaga Gelar Pasukan Pengendalian dan Pengawasan Angkutan Lebaran Tahun 2026 yang diikuti berbagai unsur terkait. Usai apel, Jaya Negara meninjau langsung kesiapan armada bus, Posko Terpadu, tim kesehatan, ketersediaan obat-obatan, serta sarana pendukung lainnya guna memastikan pelayanan bagi pemudik berjalan optimal.
Dalam arahannya, Jaya Negara mengatakan potensi pergerakan masyarakat pada masa arus mudik maupun arus balik Lebaran diperkirakan meningkat, terlebih karena tahun ini berdekatan dengan rangkaian perayaan Hari Raya Nyepi. Karena itu, menurutnya, pemerintah bersama seluruh pihak terkait perlu menyiapkan langkah antisipasi agar penyelenggaraan angkutan Lebaran Tahun 2026 serta rangkaian kegiatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar.
Selain itu, Kota Denpasar sebagai salah satu destinasi pariwisata juga diperkirakan akan mengalami peningkatan kunjungan wisatawan selama masa libur Lebaran. “Kita juga perlu mengantisipasi kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan maupun laut, termasuk potensi kerawanan kriminal pada periode arus mudik maupun arus balik serta kemungkinan bencana dan cuaca buruk,” ujar Jaya Negara.
Ia juga mengimbau para pemudik untuk menghindari perjalanan pada 18 Maret 2026 yang bertepatan dengan pelaksanaan Tawur Agung Kesanga atau malam Pengerupukan yang diisi dengan pawai ogoh-ogoh di berbagai wilayah Bali. “Kepada Organda Bali dan para operator angkutan agar menyiapkan sarana angkutan yang laik jalan. Begitu juga di sisi laut kami mohon bantuan para syahbandar di bawah KSOP Kelas II Benoa agar memastikan kapal atau fast boat yang beroperasi telah memenuhi persyaratan teknis sehingga keselamatan pelayaran dapat terjamin,” katanya.
Jaya Negara juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda Kota Denpasar serta seluruh anggota tim Posko Terpadu, termasuk TNI, Polri, BNN Kota Denpasar, Kementerian Perhubungan, Organda Bali, dan seluruh pemangku kepentingan atas dukungan dalam pelaksanaan Posko Terpadu Lebaran 2026. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, menjelaskan Posko Terpadu Pengendalian dan Pengawasan Angkutan Lebaran Tahun 2026 akan beroperasi selama 16 hari, mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026.
Pemantauan difokuskan pada sejumlah titik strategis seperti Terminal Ubung, pool bus, Posko Terpadu Uma Anyar, objek wisata, pusat perbelanjaan, kegiatan mudik gratis, tempat ibadah, simpang dan ruas jalan rawan kemacetan, serta pelabuhan pengumpan lokal di wilayah Denpasar. “Tim gabungan telah membentuk tiga Posko Terpadu yaitu Posko Terminal Ubung sebagai pos utama, Posko Uma Anyar untuk pemantauan lalu lintas darat, serta Posko Pelabuhan Serangan untuk memantau lalu lintas laut,” jelasnya.
Ia menambahkan sebanyak 80 personel gabungan disiagakan setiap hari dalam dua shift guna mendukung kelancaran operasional posko selama periode angkutan Lebaran. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Provinsi Bali, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 15–17 Maret 2026, sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24–25 Maret 2026 dan 27–28 Maret 2026. Di Kota Denpasar sendiri, beberapa lokasi yang diprediksi mengalami peningkatan mobilitas masyarakat antara lain kawasan objek wisata, pusat perbelanjaan, Pelabuhan Sanur, serta wilayah Serangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....