Konsulat-Jenderal Australia Dukung Women Taking Hari Perempuan Internasional
- 12 Mar 2026 16:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Konsulat Jenderal Australia di Bali menggelar diskusi panel dan pameran untuk merayakan Hari Perempuan Internasional (IWD) 2026. Kegiatan ini menggandeng Pemerintah Provinsi Bali sebagai bentuk komitmen mendukung kesetaraan dan pengarusutamaan gender di Bali.
Konsul-Jenderal Australia di Bali Jo Stevens dalam sambutan di Denpasar, Kamis 12 Maret 2026 mengatakan, Australia meyakini kesetaraan gender bermanfaat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kohesi sosial, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu juga mengurangi kemiskinan dan konflik serta memastikan semua orang mendapatkan hak yang sama dan tidak ada yang tertinggal.
“Australia bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat sipil, dan organisasi perempuan dalam berbagai inisiatif untuk mendukung perempuan dan anak perempuan agar dapat belajar, memimpin, dan berkembang,” ujar Jo Stevens.
Sementara, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Bali Putri Suartini Koster mengapresiasi kegiatan yang digelar Konsulat Jenderal Australia di Bali dalam memberikan ruang bagi para perempuan untuk bergerak dan menunjukkan kompetensi dalam berbagai bidang. Menurutnya, diskusi panel ini
menjadi tempat untuk belajar dan bertukar pikiran.
“Perempuan di seluruh dunia perlu bekerja sama untuk mencapai kesetaraan dan buktikan kemampuan diri layak sejajar dengan kaum laki - laki,” ujarnya.
Diskusi Panel yang digelar Konsulat Jenderal Australia di Bali itu menghadirkan sejumlah pembicara dengan mengangkat tema Balance the Scale yang berfokus pada "Women Taking AcGon". Pembicara yang hadir diantaranya Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Bali, Dr. A. A. Sagung Mas Dwipayani, Komisaris Grup Bank Lestari, Suzana Chandra, salah satu pendiri PlasPkDetox, Anna Sutanto dan Manajer SoluPons Lab di Kopernik Annisa Nurulhuda dengan fokus pembahasan menekan kesenjangan dan memberdayakan perempuan dan anak perempuan.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan pameran dari 13 organisasi yang bekerja pada berbagai aspek pemberdayaan perempuan di Bali. Pameran ini memberi ruang berbagi tentang apa yang mereka lakukan dan bagaimana masyarakat luas dapat mendukung mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....