Sinergi BI Bali bersama TPID Denpasar dalam Pengendalian Inflasi

  • 12 Mar 2026 16:27 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Pemerintah Kota Denpasar bersama Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat sinergi pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan Ramadhan serta Idul Fitri melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar yang diselenggarakan di Kantor

Walikota Denpasar. Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada TPID Kota Denpasar serta Bank Indonesia atas sinergi, dukungan, dan pendampingan dalam pelaksanaan berbagai program pengendalian inflasi di Denpasar.

Ia menegaskan upaya pengendalian inflasi selama ini telah dilaksanakan secara konsisten melalui koordinasi lintas instansi serta implementasi berbagai program strategis daerah. “Saya mengajak semua pihak tetap mencermati dinamika global, khususnya perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM), berdampak pada biaya transportasi, subsidi pemerintah, serta mendorong kenaikan harga berbagai komoditas lainnya,” ujar Walikota Jaya Negara.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Ronald D. Parluhutan mengapresiasi komitmen kepala daerah dalam

memperkuat pengendalian inflasi melalui TPID Kota Denpasar, khususnya menjelang periode HBKN. Ia juga menyampaikan perkembangan inflasi Provinsi Bali dan Kota Denpasar

serta berbagai tantangan yang dihadapi, antara lain dinamika global seperti konflik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia.

Ronald D. Parluhutan mengatakan, outlook inflasi serta strategi pengendalian inflasi yang perlu ditempuh, baik dalam jangka pendek menjelang Nyepi dan Idul Fitri berupa pelaksanaan Operasi Pasar Murah, akselerasi Kerja Sama Antar dan Intra Daerah, serta optimalisasi komunikasi publik maupun dalam jangka panjang melalui penguatan ketahanan pasokan dan koordinasi kebijakan. “Langkah-langkah tersebut akan dapat menjaga stabilitas harga sehingga inflasi di Kota Denpasar dan Provinsi Bali tetap berada dalam kisaran sasaran sebesar 2,5±1% pada tahun 2026,” ujarnya.

Selain itu, Bank Indonesia juga menyampaikan berbagai dukungan dan bentuk fasilitasi terhadap pengembangan ekonomi di Kota Denpasar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar memaparkan perkembangan inflasi terkini beserta komoditas yang menjadi penyumbang inflasi maupun deflasi.

BPS menyoroti kondisi ketersediaan bahan makanan yang belum sepenuhnya stabil akibat cuaca ekstrem serta perlunya antisipasi peningkatan permintaan menjelang hari raya Nyepi dan Idul Fitri. BPS juga menyampaikan agenda pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diharapkan dapat memperkuat basis data statistik ekonomi sebagai landasan dalam perencanaan dan perumusan kebijakan pembangunan daerah.

Sementara itu, Perum Bulog menyampaikan informasi mengenai ketersediaan cadangan pangan pemerintah di Bali, proses serta realisasi pengadaan pangan, serta capaian penyaluran bantuan pangan sepanjang tahun 2025. Bulog juga menyampaikan stok beras memadai, termasuk untuk kebutuhan HBKN Nyepi, Ramadan, dan Idulfitri.

Bulog juga menegaskan komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan operasi pasar dan gerakan pangan murah bersama perangkat daerah anggota TPID guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan pokok. Pemerintah Kota Denpasar bersama Bank Indonesia dan seluruh anggota TPID berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dan sinergi kebijakan pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan pangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Denpasar yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....