Abrasi Kuta Kian Parah, Sejumlah Titik Pantai Mulai Kritis

  • 11 Mar 2026 09:50 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Kuta Abrasi di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, dilaporkan semakin parah tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Gelombang tinggi, cuaca ekstrem, dan permukaan air laut yang meningkat mempercepat erosi bibir pantai, berdampak pada akses wisatawan dan area pedagang.

Pengelola DTW Pantai Kuta, I Nyoman Arya Arimbawa, kepada RRI.CO.ID, Selasa, 10 Maret 2026 mengungkapkan bahwa kondisi abrasi saat ini tergolong cukup parah dengan beberapa titik kritis akibat gelombang tinggi saat puncak purnama beberapa pekan terakhir. Ia menegaskan bahwa fenomena ini bukanlah hal baru, namun tingkat kerusakan yang terjadi pada minggu ini jauh lebih signifikan dibandingkan sebelumnya.

“Terkait abrasi Pantai Kuta, saat ini lumayan cukup parah ya. Ini beberapa minggu kemarin, terutama saat puncak purnama gelombangnya cukup tinggi, beberapa titik terlihat kritis, tapi ini bukan abrasi baru, sebelumnya juga sudah terjadi, hanya saja lebih parah minggu ini,” ujar Arya Arimbawa.

Sementara itu, Bendesa Adat Kuta, Komang Alit Ardana, kepada RRI.CO.ID menyebut Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan anggaran Rp250 miliar untuk penanganan abrasi secara bertahap. Tahapannya dimulai dari pembangunan breakwater, dilanjutkan revetment, pengisian pasir, dan terakhir penataan pedestrian atau jogging track.

“Kita membuat, bersama BWS (Balai Wilayah Sungai) Bali-Penida, breakwater di lima titik di Pantai Kuta, dari selatan ke utara di depan Hardrock. Setelah breakwater dan revetment selesai, lalu pengisian pasir selesai, baru akan dilanjutkan dengan penyelesaian jogging track atau penataan daripada jogging track yang ada,” kata Alit Ardana, Selasa, 10 Maret 2026.

Penataan jogging track dilakukan terakhir untuk memastikan tekanan arus laut telah teratasi dan bibir pantai lebih stabil, sehingga fasilitas untuk wisatawan aman dan nyaman saat digunakan. Pihaknya berharap masyarakat dapat bijak dalam menyebarkan informasi terkait kondisi pantai ini agar citra pariwisata Kuta tetap terjaga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....