Lebaran Berdekatan dengan Nyepi, Okupansi Hotel Diprediksi Stagnan

  • 11 Mar 2026 07:02 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali memperkirakan tingkat hunian hotel selama periode libur Nyepi dan Lebaran tahun ini tidak mengalami peningkatan signifikan. Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace, kepada RRI.CO.ID, Selasa 10 Maret 2026 mengatakan biasanya libur Lebaran mampu meningkatkan okupansi hotel hingga 15 sampai 20 persen.

Namun tahun ini, peningkatan tersebut diprediksi jauh lebih kecil karena perayaan Lebaran berdekatan dengan Hari Raya Nyepi. “Biasanya Lebaran bisa meningkatkan okupansi antara 15 sampai 20 persen, tetapi karena tahun ini berdekatan dengan Nyepi peningkatannya sangat kecil, hanya sekitar 5 sampai 10 persen,” ujarnya.

Menurutnya kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh berkurangnya minat wisatawan domestik untuk berlibur di hotel selama periode tersebut. Selain itu, situasi ekonomi yang masih belum stabil membuat banyak masyarakat memilih menunda rencana perjalanan.

“Masyarakat sekarang banyak yang menunggu perkembangan ekonomi. Jadi wisatawan domestik yang biasanya berlibur bersama keluarga ke hotel juga tidak seramai tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

PHRI Bali sebelumnya memprediksi okupansi hotel saat libur Lebaran dapat mencapai 65 hingga 70 persen. Namun dengan kondisi saat ini, tingkat hunian hotel diperkirakan masih berada di bawah angka 50 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....