Toleransi Nyepi dan Takbiran Jadi Cermin Kerukunan Bali

  • 08 Mar 2026 11:33 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Perayaan Hari Raya Nyepi yang berdampingan dengan malam takbiran Idulfitri di Bali diyakini dapat berjalan aman dan tertib. Keharmonisan tersebut dinilai menjadi bukti kuatnya toleransi serta semangat menjaga kearifan lokal di Pulau Dewata.

Semangat menjaga keamanan dan ketertiban itu juga diperkuat oleh peran desa adat melalui pecalang. Para pecalang yang hadir dalam berbagai kegiatan adat disebut datang dengan motivasi menjaga harmoni dan ketenangan Bali.

Ketua Majelis Desa Adat Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet mengatakan, berbagai pihak telah mengeluarkan seruan bersama terkait pelaksanaan takbiran yang bertepatan dengan Nyepi. Seruan tersebut melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta tokoh lintas agama.

“Pada prinsipnya takbiran boleh, tetapi dengan syarat yang cukup ketat tanpa mengurangi makna takbiran itu sendiri,” kata Sukahet.

Ia menjelaskan, pelaksanaan takbiran dianjurkan dilakukan dengan berjalan kaki menuju masjid atau tempat ibadah terdekat tanpa menggunakan pengeras suara. Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga ketenangan lingkungan serta tidak menimbulkan keramaian.

“Berjalan kaki tanpa kemisingan dan selesai langsung kembali ke rumah. Ini menjadi barometer toleransi dan kerukunan Bali bagi Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, nilai toleransi tersebut sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan dan ajaran agama yang saling melengkapi. Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Bali diharapkan dapat menjaga harmoni sehingga Nyepi dan Idulfitri tetap berlangsung khidmat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....