Pecalang Bali Perkuat Pengamanan Nyepi dan Idul Fitri
- 07 Mar 2026 13:20 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali menggelar Gelar Agung Pecalang Bali Tahun 2026 di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Sarana Nincapang Kasukretan Jagat Bali Niskala-Sakala” sebagai upaya memperkuat keamanan Bali secara sekala dan niskala.
Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan kegiatan ini menjadi momentum memperkuat kesiapsiagaan pecalang di seluruh Bali. Terutama dalam menjaga keamanan menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang berdekatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Gelar Agung Pecalang Bali ini untuk membangun dan memantapkan kesiapsiagaan pecalang se-Bali dalam pengamanan Hari Suci Nyepi yang berhimpitan dengan malam takbiran Idul Fitri agar tetap berjalan aman dan kondusif,” kata Koster.
Ia menjelaskan pecalang memiliki peran strategis sebagai bagian dari sistem keamanan berbasis desa adat. Sinergi antara pecalang dengan aparat TNI dan Polri dinilai penting untuk menjaga ketertiban masyarakat serta mendukung keberhasilan pembangunan Bali.
“Pecalang desa adat harus mengambil peran aktif menjaga wilayah desa adat masing-masing serta memperkuat sinergi dengan aparat keamanan negara agar keamanan Bali tetap terjaga,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Koster juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat sistem keamanan terpadu berbasis desa adat melalui regulasi Sipandu Beradat. Sistem ini diharapkan mampu mengintegrasikan pengamanan masyarakat di seluruh wilayah Bali.
Koster menambahkan jumlah pecalang di Bali mencapai sekitar 23 ribu orang yang tersebar di sekitar 1.500 desa adat.
Melalui kegiatan Gelar Agung Pecalang Bali 2026 ini, pemerintah berharap soliditas pecalang semakin kuat. Dengan demikian keamanan Bali, masyarakat, serta wisatawan dapat terus terjaga secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....