Jelang Nyepi Idul Fitri, TPID Badung Dorong Gotong Royong Jaga Inflasi
- 07 Mar 2026 11:26 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pemerintah Kabupaten Badung bersama Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat sinergi pengendalian inflasi jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) TPID Kabupaten Badung. Kegiatan itu berlangsung di Pusat Pemeritahan Kabupaten Badung “Mangupraja Mandala”.
Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta mengapresiasi koordinasi TPID yang solid dalam menjaga stabilitas inflasi di Badung. Ia menekankan semangat gotong-royong dalam menjaga stabilitas harga jelang Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri.
“Saya instruksikan OPD di Badung untuk mencari solusi permanen bagi komoditas kebutuhan pokok yang kerap menjadi penyumbang utama inflasi,” ujarnya.
Merespons arahan tersebut, sejumlah perangkat daerah menyiapkan quick wins , antara Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung telah menjadwalkan penyelenggaraan pasar murah jelang Nyepi dan Idulfitri, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) berkolaborasi dengan Bulog dan Perumda serta Dinas Perikanan Kabupaten Badung akan mendistribusikan 200 paket olahan ikan yang juga ditujukan untuk mendukung program penanganan stunting. Deputi Kepala Perwakilan BI Bali, Ronald D. Parluhutan, menyoroti peran strategis Badung yang memiliki bobot 23,6% dalam penghitungan inflasi Bali.
Ia mengapresiasi perhatian besar pemerintah daerah untuk menjaga inflasi Badung tetap terjaga dalam sasaran 2,5±1% di tahun 2026. Secara historis inflasi bulanan Bali menjelang HBKN Nyepi dan Ramadan-Idul Fitri cenderung meningkat.
| Baca juga: PLN UID Bali Tetapkan Masa Siaga Idulfitri |
“HLM TPID yang dilakukan hari ini adalah salah satu upaya memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan", ujarnya.
Ronald D. Parluhutan juga menyampaikan berbagai dukungan dan bentuk fasilitasi dari Bank Indonesia terhadap pengembangan ekonomi di Badung. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, I Made Agus Aryawan melaporkan perkembangan ekonomi Kabupaten Badung serta target pertumbuhan investasi Kabupaten Badung hingga 2030.
Ia menyampaikan inflasi Badung pada Februari 2026 sebesar 1,04% (mtm) dipicu oleh meningkatnya permintaan jelang Ramadan serta kendala pasokan akibat cuaca. Senada dengan hal tersebut, Kepala BPS Badung, Made Bimbo Abdi Suardika, mengungkapkan meskipun inflasi bulanan (mtm) Badung merupakan yang tertinggi di Bali, namun secara tahun kalender (ytd) angka tersebut masih terkendali di level 0,25%.
Beberapa komoditas yang perlu diwaspadai menjelang IdulFitri dan Nyepi antara lain cabai rawit, beras, daging ayam ras, bawang merah, dan canang sari. Selain itu, BPS juga memberikan sosialisasi rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 guna memperkuat basis data pembangunan daerah.
Dalam upaya stabilisasi harga, Dirut Perumda Mangu Giri Sedana (MGS), Kompiang Gede Pasek Wedha mengatakan, skema bisnis yang mengintegrasikan petani, pelaku usaha, perbankan, hingga pemerintah daerah ke dalam ekosistem ketahanan pangan. Sebagai langkah konkret pengendalian inflasi, Kompiang menyampaikan beberapa kegiatan yang dilakukan Perumda MGS, yaitu operasi pasar dan pasar murah, membuka gerai pasar rakyat, meningkatkan pemantauan kepada distributor serta mengintensifkan Kerjasama Antar Daerah (KAD) dengan menjalin kolaborasi dengan PT. Food Station Tjipinang untuk menjamin ketersediaan stok beras.
Manajer Supply Chain & Pelayanan Publik Perum Bulog, Eko Yudi Miranto memastikan ketersediaan bahan pokok seperti beras, jagung, dan minyak goreng, serta kesiapan Bulog dalam mendukung gerakan pangan murah bersama TPID. Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk memastikan pengendalian inflasi di Kabupaten Badung berjalan optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi Bali yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....