UMKM Klungkung Dapat Edukasi Cegah Penipuan Digital

  • 05 Mar 2026 07:47 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Klungkung – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Bali berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Bali menggelar kegiatan literasi digital bertajuk Cakap Digital untuk UMKM. Kegiatan ini berfokus pada pencegahan penipuan dan kejahatan digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Klungkung.

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu 4 Maret 2026 di Ruang Rapat Praja Mandala Kabupaten Klungkung tersebut diikuti lebih dari 70 pelaku UMKM dari berbagai sektor. Acara juga dihadiri perwakilan Diskominfos Provinsi Bali, Diskominfos Kabupaten Klungkung, serta Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung.

Perwakilan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Klungkung, Tjokorda Istri Agung Widnyani, mengatakan peningkatan penggunaan transaksi digital di kalangan UMKM juga diikuti dengan meningkatnya risiko kejahatan digital. “Sering kali UMKM berhadapan dengan berbagai transaksi dan pembayaran digital, dan risiko penipuan digital sangat dekat dengan mereka,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan dua sesi edukasi utama mengenai keamanan digital. Sesi pertama membahas pengenalan berbagai modus penipuan digital yang kerap menyasar pelaku usaha, sementara sesi kedua memberikan panduan praktis untuk melindungi data pribadi serta langkah penanganan jika menjadi korban kejahatan siber.

Koordinator Wilayah Mafindo Bali, Dimas Fadhilah Aprilian Santosa, menegaskan bahwa penipuan digital dapat menimpa siapa saja sehingga kewaspadaan menjadi hal yang sangat penting. “Korban penipuan digital bukan orang bodoh, karena penipuan di era digital tidak memandang tingkat pendidikan. Siapapun bisa menjadi korban jika sedang lengah atau panik,” katanya.

Melalui kegiatan ini, Mafindo Bali berharap pelaku UMKM dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan digital yang semakin berkembang seiring dengan digitalisasi ekonomi. Selain itu, edukasi literasi digital secara berkelanjutan dinilai penting untuk menekan potensi kerugian akibat penipuan digital, khususnya di kalangan pelaku UMKM di Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....