Ekspor Bali Januari 2026 Capai US$48,32 Juta, Neraca Perdagangan Surplus

  • 04 Mar 2026 06:44 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mencatat nilai ekspor barang Provinsi Bali pada Januari 2026 mencapai US$48.324.772. Angka ini turun 1,29 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar US$48.957.789.

Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menjelaskan penurunan ekspor secara tahunan terutama dipengaruhi melemahnya pengiriman ke sejumlah negara tujuan utama. “Nilai ekspor Bali pada Januari 2026 tercatat sebesar US$48,32 juta atau turun 1,29 persen secara year on year,” ujarnya dalam rilis resmi statistik, Senin 2 Maret 2026.

Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama ekspor dengan nilai US$14.149.591 atau 29,28 persen dari total ekspor. Namun, ekspor ke negara tersebut tercatat turun 15,99 persen (y-on-y), terutama pada komoditas ikan, krustasea, dan moluska (HS 03) yang menjadi penyumbang terbesar ekspor Bali dengan nilai US$14.318.764 atau 29,63 persen dari total ekspor.

Dari sisi komoditas, penurunan terdalam terjadi pada ekspor buah-buahan (HS 08) yang anjlok 56,80 persen dibandingkan Januari 2025. Sementara itu, ekspor sektor industri pengolahan tetap mendominasi dengan kontribusi 85,76 persen dari total ekspor dan tercatat naik tipis 0,17 persen secara tahunan.

Impor Naik 28,60 Persen

Berlawanan dengan ekspor, nilai impor Bali pada Januari 2026 tercatat sebesar US$13.442.404 atau naik 28,60 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar US$10.453.017. Kenaikan tertinggi impor berasal dari Korea Selatan yang melonjak 588,78 persen (y-on-y), didominasi produk mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84).

Secara komoditas, impor terbesar pada Januari 2026 adalah mesin dan peralatan mekanis (HS 84) senilai US$2.805.051 atau 20,87 persen dari total impor. Selain itu, impor bahan bakar mineral (HS 27) tercatat melonjak signifikan secara tahunan.

Dilihat dari golongan penggunaan barang, impor Bali didominasi bahan baku/penolong sebesar US$7.191.667 atau 53,50 persen dari total impor. Impor barang konsumsi tercatat US$5.016.274 dan barang modal US$1.234.464, yang seluruhnya mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Surplus Perdagangan US$34,88 Juta

Dengan capaian tersebut, neraca perdagangan Provinsi Bali pada Januari 2026 masih mencatat surplus sebesar US$34.882.368. Meski demikian, surplus ini turun dibandingkan Januari 2025 yang mencapai US$38.504.772.

“Walaupun terjadi penurunan surplus secara tahunan, Bali tetap memberikan kontribusi surplus pada neraca perdagangan nasional,” kata Hendrayana.

BPS menegaskan, dinamika ekspor dan impor ini menjadi indikator penting dalam memantau kinerja sektor perdagangan luar negeri Bali di awal tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....