BSTS Ajak Masyarakat dan Wisatawan Terlibat Jaga Penyu dan Habitat Pantai
- 03 Mar 2026 15:51 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Badung – Memasuki bulan Maret, Bali mulai menghadapi musim bertelur penyu yang berlangsung hingga September, dengan puncak penetasan telur antara April hingga Oktober. Bali Sea Turtle Society (BSTS) mengajak masyarakat dan wisatawan untuk berperan aktif dalam menjaga penyu serta habitatnya di pesisir Bali.
Pendiri sekaligus Ketua Bali Sea Turtle Society, I Wayan Wiradnyana, kepada RRI.CO.ID mengungkapkan bahwa keberhasilan konservasi saat ini sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Hal ini terlihat dari meningkatnya laporan warga terkait kondisi penyu di lapangan.
“Banyak informasi justru datang dari masyarakat, menginformasikan penyu yang bertelur, penyu yang terdampar, atau saat penyu menetas. Banyak sekali informasi yang masuk dari masyarakat dan ini sangat membantu tim kami di lapangan,” ujar I Wayan Wiradnyana.
Wiradnyana menambahkan, kepedulian masyarakat ini merupakan bukti bahwa edukasi yang konsisten selama bertahun-tahun telah membuahkan hasil. Ia menekankan bahwa pelestarian alam bukanlah tugas eksklusif satu pihak, melainkan tanggung jawab kolektif untuk masa depan pariwisata yang berkelanjutan.
“Jadi, ini bukan tugas teman-teman di organisasi saja, tapi tanggung jawab kita bersama untuk sama-sama melindungi penyu dan habitatnya. Ujung-ujungnya kita juga yang diuntungkan, karena pantai tetap lestari dan bersih. Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi kita semua, khususnya pariwisata.” tambahnya.
Upaya edukasi yang dilakukan BSTS diharapkan terus memperkuat perlindungan penyu selama musim bertelur. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, keberlangsungan spesies penyu dapat terjaga sekaligus mempertahankan daya tarik pantai sebagai aset wisata lingkungan yang lestari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....