Konflik Israel-Iran Dikhawatirkan Pengaruhi Kunjungan Wisman ke Bali

  • 02 Mar 2026 13:19 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung - Konflik Israel Iran dikhawatirkan berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Pasalnya, pariwisata sangat sentisitif dengan isu keamanan, dimana wisatawan cenderung memprioritaskan keamanan dan memilih tidak bepergian tanpa adanya jaminan keselamatan berwisata.

Hal itu diungkapkan Praktisi Pariwisata Bali I Made Badra saat dikonfirmasi RRI.CO.ID di Badung, Senin 2 Maret 2026 Ia menjelaskan, konflik Israel Iran mengakibatkan terjadinya pembatalan penerbangan dari sejumlah negara Arab ke Bali yang berdampak terhadap arus wisatawan di Bandara Ngurah Rai.

Made Badra berharap, konflik Israel-Iran tidak berlangsung lama karena akan berdampak signidikan terhadap kunjungan wisatawan mancanegara terutama dari Eropa dan Timur Tengah. “Saya selaku praktisi pariwisata Bali berharap konflik Israel Iran segera mereda untuk jaminan keamanan kepariwisataan dunia. Karena, keamanan menjadi hal krusial dalam sektor pariwisata,” ujar Made Badra.

Hal senada diungkapkan Praktisi Pariwisata I Nyoman Rutha Ady. Kunjungan wisatawan sangat disebut bergantung pada keamanan.

Menurutnya, wisatawan akan mengutamakan keselamatan dan kenyamanan saat berwisata dan memilih tidak berplesiran ketika terjadi ketidakpastian global. Rutha Ady berharap, konflik Israel Iran segera mereda, karena ekonomi Bali bergantung pada sektor pariwisata yang kondusif.

“Pariwisata sangat sensitive dengan isu keamanan, pariwisata Bali yang berkelas dan berkualitas harus aman juga, kalau terjadi ketidakpastian global pastinya akan berpengaruh juga pada pariwisata Bali,” ujar Rutha Ady.

Konflik Israel Iran mengakibatkan sejumlah maskapai membatalkan penerbangan ke/dari Doha dan Dubai yang mengganggu arus wisatawan di Bandara Ngurah Rai. Kekhawatiran terbesar dari konflik tersebut jika berlangsung lama yakni penurunan kunjungan dari negara - negara seperti Inggris, Jerman, Belanda, Prancis, Rusia dan kawasan Timur Tengah.

Pelaku pariwisata berharap situasi geopolitik segera mereda agar tidak berdampak panjang terhadap ekonomi Bali yang bergantung pada sektor pariwisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....