Peringati HUT Kota Denpasar, Jaya Negara Perkuat Harmoni Kolaborasi Pembangunan

  • 28 Feb 2026 01:49 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-238 Kota Denpasar digelar melalui apel di Lapangan Lumintang, Jumat 27 Februari 2026, dengan pesan utama penguatan harmoni dan kolaborasi pembangunan. Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bertindak sebagai inspektur upacara mengusung tema “Samasta Bhuwana Jagadhita (Harmoni Denpasar Mewujudkan Kesejahteraan Bersama)”.

Pada kesempatan tersebut, Jaya Negara menyematkan Satyalancana Karya Satya kepada ASN dengan masa pengabdian 10, 20, dan 30 tahun. Penghargaan juga diberikan atas capaian Opini Ombudsman RI terkait Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 dan hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Mandiri Tahun 2025 dengan predikat Parama Budaya.

Di bidang kebudayaan, Pemkot Denpasar menganugerahkan Parama Budaya kepada almarhum I Made Kembar (dalang) dan Drs. I Gusti Putu Rai Andayana (budayawan). Penghargaan Kerti Budaya turut diberikan kepada seniman karawitan, tari, dan seni rupa, serta sanggar seni dan pemenang lomba desa/kelurahan.

Dalam sambutan Gubernur Bali, Wayan Koster, yang dibacakan Jaya Negara, ditegaskan bahwa usia ke-238 menjadi mata rantai penting perjalanan Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali yang tumbuh sebagai kota kreatif berbasis budaya. Periode pembangunan 2025–2030 disebut sebagai fase awal pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125.

Arah pembangunan Kota Denpasar disebut selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana berlandaskan Tri Hita Karana dan Sad Kerthi. Prioritas strategis meliputi tata kelola pemerintahan berbasis digital, pengendalian alih fungsi lahan, pengelolaan sampah berbasis sumber, pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, transportasi publik ramah lingkungan, serta penguatan keamanan dan ketertiban.

“Intinya arahan Gubernur Bali yang menjadi perhatian yakni masalah tata kelola pemerintahan, sampah, infrastruktur, serta ketertiban dan keamanan masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Ia menegaskan, pada 2026 salah satu fokus utama adalah penanganan sampah dari sumbernya, termasuk optimalisasi Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar. Menurutnya, seluruh agenda pembangunan hanya dapat terwujud melalui kolaborasi pemerintah, desa adat, tokoh agama, akademisi, dan dunia usaha dengan semangat gotong royong serta menyama braya.

“Selamat Hari Ulang Tahun ke-238 Kota Denpasar. Semoga Denpasar semakin harmonis, maju, dan sejahtera,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....