Menjaga Terang Bali, Menguatkan Harapan Warga

  • 26 Feb 2026 22:56 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Di Bali, listrik bukan sekadar cahaya. Ia memastikan anak-anak dapat belajar malam hari, UMKM tetap berproduksi, rumah sakit melayani pasien tanpa henti, dan sektor pariwisata terus bergerak sebagai penopang ekonomi daerah.

Di balik kelistrikan yang andal itu, para dispatcher PLN UP2D Bali bekerja tanpa jeda 24 jam sehari. Dari ruang kendali, mereka memantau sistem kelistrikan menggunakan teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA).

Setiap perubahan beban, potensi gangguan, hingga kondisi darurat dianalisis secara cepat dan presisi untuk memastikan masyarakat tidak terdampak gangguan berkepanjangan dan roda ekonomi tetap berjalan. Tantangan nyata muncul saat gangguan transmisi Jawa–Bali terjadi pada 22 Februari 2026, yang sempat berdampak pada sistem kelistrikan Bali.

Dalam tekanan tinggi, para dispatcher bergerak cepat, melakukan koordinasi lintas unit dan manuver sistem agar pemulihan berlangsung bertahap dan aman. Berkat respons sigap dan kolaborasi solid, sistem kembali normal dalam waktu relatif singkat, sehingga aktivitas masyarakat bisa berjalan kembali.

Kontribusi mereka bagi masyarakat tidak berhenti pada keandalan listrik. Sejumlah dispatcher PLN UP2D Bali secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu Ni Putu Febry Wulandari, seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama kakek dan neneknya di Jalan Wibisana, Denpasar. Keluarga ini mengandalkan pekerjaan serabutan dan berjualan perlengkapan sesajen di pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah.

Bantuan yang diberikan berupa seragam dan perlengkapan sekolah, paket sembako, serta dukungan dana harian, yang diharapkan meringankan beban keluarga dan memastikan Putu Febry tetap bisa melanjutkan pendidikan. “Saya sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk melanjutkan sekolah. Semoga kebaikan Bapak dan Ibu semua dibalas dengan kesehatan dan kelancaran dalam bekerja,” ujar Putu Febry dengan haru, Kamis 26 Februari 2026.

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menegaskan bahwa PLN hadir tidak hanya untuk menjaga keandalan listrik, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat. “Kami ingin memastikan manfaat kehadiran PLN dirasakan masyarakat, baik melalui kelistrikan yang andal maupun kepedulian sosial yang tumbuh dari insan PLN,” ujarnya.

Bagi para dispatcher, menjaga terang Bali berarti menjaga kehidupan warganya. Listrik yang menyala memastikan ekonomi bergerak, pelayanan publik berjalan, dan anak-anak tetap bisa bermimpi. Di sebuah rumah sederhana di Denpasar, kepedulian itu menjadi penguat harapan—bahwa energi yang mereka jaga setiap hari juga menghadirkan energi kebaikan bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....